16 Pelaku Perusakan dan Pembakar Resort Neano Candidasa Didakwa Pasal Variatif

16-pelaku-perusakan-dan-pembakar-resort-neano-candidasa-didakwa-pasal-variatif
Para terdakwa perusakan dan pembakaran Resort Neano Candidasa saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Amlapura, Selasa (19/12/2023)

KARANGASEM, Balifactualnews.com–Pengadilan Negeri (PN) Amlapura, mulai menyidangkan perkara perusakan dan pembakaran Resort Neano Candidasa ( Villa Detiga Neno Resort Candidasa), Desa Bugbug, Karangasem, Selasa (19/12/2023).Persidangan dalam agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU),  dipimpin Ketua Majelis Hakim Ayu Putri Cempaka Sari dengan didampingi dua hakim anggota,Ni Komang Wijiatmawati dan R Aditayoga Nugraha Bimasakti. 

Persidangan yang di split dalam tiga berkas, Tim JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem yang dikoordinir Ariz Rizky Ramadhon langsung mendudukan 16 terdakwa di kursi pesakitan PN Amlapura.  Persidangan diawali dari perkara dengan 10 terdakwa, yakni I Komang Suardika alias Tokal (38) Ni Kade  Purnama Sari, I Wayan Asih (41), I Kade Hendra Saputra (32), I Gede Agus Heri Andika (19), I Gede Astawa alias Jhon Layar (43), Ni Made Suaning (42), Ni Wayan Suardeni alias Deni (45), Ni  Pariati (33),  dan Ni Wayan Tengah (53). 

Dalam surat dakwaan yang dibacakan secara bergantian itu, Tim JPU  mengungkapkan, bahwa aksi perusakan dan pembakaran Villa Detiga Neano Resort, berawal dari aksi demo yang dilakukan sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan kelompok Gema Santi yaitu Gerakan Masyarakat Santun dan Sehati, di Lapangan Tanah Aron (Depan Kantor Bupati Karangasem)  yang orang-orangnya berasal dari Desa Adat Bugbug. Aksi tersebut dilakukan 30 Agustus 2023 sekitar pukul 09.00 Wita.

Polisi kawal para terdakwa saat masuk sel tahanan Pengadilan Negeri Amlapura

Mereka  menolak proyek pembangunan Detiga Neano Resort yang berdiri di tanah milik Desa Adat Bugbug atas nama Pura Segara Desa Adat Bugbug seluas 233.500M2 sesuai SHM nomor 4360 Desa Bugbug, yang dikatakan berdiri di kawasan suci Pura Gumang, kemudian setelah melakukan demo, sekitar pukul 10.00 Wita massa kelompok Gema Santi yang berjumlah sekitar 200 orang bergerak menuju lokasi proyek Resort Neano yang berlokasi di Banjar Samuh,  Desa Bugbug, Kecamatan/Kabupaten  Karangasem. Massa tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 Wita,  dan memaksa masuk ke areal proyek pembangunan Resort Neano, dengan cara mendorong pintu gerbang sampai roboh dan rusak kemudian semua masa yang berjumlah sekitar 200 orang memasuki dan berkeliaran di wilayah proyek resort neano sambil menyuruh semua pekerja proyek untuk berhenti bekerja dan langsung melakukan pengrusakan terhadap bangunan  dan peralatan pembangunan, dimulai dari perusakan pintu masuk areal villa, perusakan bangunan villa yang sudah selesai 80 persen, perusakan sarana berupa bambu, kayu, papan triplek, kabel listrik,   semen, dihancurkan dan dibakar,  demikian  juga alat kerja berupa excavator, dan lain-lain. 

JPU menguraikan, peran ke 10 terdakwa tersebut.  Terdakwa Komang Suardika alias Tokal bersama terdakwa I Gede Agus Herry, I Kade Hendra Saputra alias Saraf, Ni Kade Purnama Sari, I Gede Astawa alias Jon Layar serta serta I Kade Ariawan alias Derek (dalam berkas perkara lain), I Putu Sereg (juga dalam berkas perkara yang lain) memaksa masuk dengan cara menendang, mendorong, dan melempar menggunakan batu  sampai pintu gerbang jebol dan rusak, yang kemudian setelah pintu gerbang proyek villa tersebut roboh dan rusak sehingga tidak dapat dipergunakan lagi.

Bukan itu saja, terdakwa Tokal dan Kadek Ariawan juga melakukan perusakan beberapa sak semen dengan cara cara mengangkat dan membuang  semen ke dalam kolam yang berisi air sehingga semen tersebut tidak bisa digunakan. Perbuatan terdakwa ini juga dibantu terdakwa  Wayan Asih. 

Sedangkan terdakwa  Ni Made Suaning, Ni wayan Pariati dan terdakwa I Wayan Marta Als. Kabret ( dalam berkas perkara lain), secara bersama mendorong tembok pagar beton, tepatnya di belakang Villa A16 dan A17 secara bersama- sama menggunakan tangan yang mengakibatkan tembok tersebut roboh dan rusak. Perbuatan terdakwa membuat PT. Starindo Bali Mandiri, yang mengerjakan proyek pembangunan  resort Neano Candidasa tersebut mengalami kerugian sebesar Rp 914.000.000.  Atas perbyatannya itu, JPU mendakwa para terdakwa dengan pasal bervariatif. 

 “Selain  merusak  bangunan, sarana pembangunan  dan peralatan kerja, para terdakwa juga melakukan perusakan lain. Dalam dakwaan primer  perbuatan terdakwa dijerat dengan pasal Pasal 187 ke-1  KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” ungkap JPU dalam surat dakwaannya. “
Sedangkan dalam dakwaan subsider ke sepuluh terdakwa dijerat dengan Pasal 170 ayat (1)  KUHP, jo Pasal 406  KUHP Jo Pasal 412 KUHP dan Pasal 167 Ayat (1),(4) KUHP. 

Masih  di ruang sidang yang sama, usai menyidangkan perkara dengan terdakwa Tokal dkk, majelis hakim menyidangkan berkas perkara dengan terdakwa  I Kadek Ariawan alias Derek (37), Putu Sugiantara alias Sereg (43)  dan I wayan Maret alias Kabret (51). Sama halnya dengan terdakwa sebelumnya, ketiga terdakwa ini juga didakwa dengan pasal berlapis.  Dalam dakwaan primer terdakwa Derek dkk didakwa dengan Pasal 187 ke- 1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Mereka dinilai bersalah, Selain melakukan perusakan ketiga terdakwa ini juga melakukan aksi pembakaran villa. Sedangkan dalam dakwaan subsider ketiga terdakwa didakwa  melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP, Pasal 406 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 412 KUHP dan Pasal 167 ayat (1), (4) KUHP. 

Terakhir,  terdakwa yang didudukan di kursi pesakitan PN Denpasar, yakni,  berkas perkara atas nama I Nyoman Komang Arnaya alias Leber (36), I Wayan Widiada alias Boneng (34) dan Terdakwa I Wayan Merta alias Pendil Semal ((46).  Selain melakukan perusakan ketiga terdakwa juga melakukan aksi pembakaran proyek pembangunan villa yang sudah selesai 80 persen. Atas perbuatan yang dilakukan ketiganya juga didakwa dengan pasal yang sama dengan  terdakwa sebelumnya. Terhadap dakwaan JPU itu, para terdakwa melalui kuasa hukumnya  tidak melakukan eksepsi. Mereka memilih untuk langsung masuk  ke pokok perkara dalam sidang lanjutan yang dijadwalkan Kamis (28/12) mendatang.  (tio/bfn)

 

Exit mobile version