BANGLI, Balifactualnews.com – Doa untuk keselamatan, kesejahteraan dan kemakmuran Karangasem mengalir dari rangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Banjar Adat Songan, Kintamani, Bangli, Selasa (8/9).
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama jajaran Pemkab Karangasem hadir dalam Upacara Danu Kertih, yang menjadi bagian penting dari karya yang digelar setiap sepuluh tahun sekali tersebut.
Upacara yang bertepatan dengan Sasih Purnamaning Kapat ini menjadi momentum spiritual untuk memohon kasukertaan jagat, kerahayuan, serta keseimbangan dan kemakmuran bagi masyarakat Bali. Bagi Karangasem, doa tersebut sekaligus menjadi ikhtiar niskala agar pembangunan dan kehidupan masyarakat semakin sejahtera.
Gus Par menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan upacara, tetapi juga sebagai bentuk ngaturang bakti dan memohon tuntunan serta keselamatan bagi masyarakat Karangasem.
“Kami hadir untuk ngaturang bakti, memohon kerahayuan jagat, keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Khususnya untuk Karangasem, kami berharap semakin gemah ripah lohjinawi,” ujar Gus Par.
Menurutnya, pembangunan Bali tidak hanya membutuhkan kekuatan sekala, tetapi juga keseimbangan niskala. Karena itu, pelaksanaan karya seperti Danu Kertih memiliki makna penting dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam dan Tuhan.
Pada kesempatan tersebut, Gus Par juga menyerahkan dana punia kepada Manggala Karya sebagai wujud rasa syukur dan dukungan terhadap pelaksanaan karya sekaligus ngaturang bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang hadir bersama jajaran kepala daerah se-Bali menegaskan pentingnya pelaksanaan Danu Kertih sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat Bali.
“Danu Kertih ini merupakan bentuk penghormatan dan penyucian sumber-sumber air. Air adalah sumber kehidupan. Karena itu, kita harus menjaga dan menghormati sumber air agar memberikan kehidupan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat,” ujar Giri Prasta.
Ia berharap pelaksanaan karya yang berlangsung secara berkala tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan seluruh komponen masyarakat Bali dalam menjaga alam, adat, budaya dan kehidupan sosial. (tio/bfn)













