DENPASAR, Balifactualnews.com – Usai dibekukannya kepengurusan Pengprov Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Bali, nampaknya caretaker pihak PB Ikasi belum muncul di Bali guna menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pembentukan IKASI Bali yang baru dan sah. Pembekuan Ikasi Bali sendiri merupakan dampak dualisme kepengurusan di PB Ikasi sendiri.
Ketua Umum KONI Bali, IGN. Oka Darmawan membenarkan adanya persoalan tersebut. Meski demikian semua itu merupakan wewenang dari pihak cabang olahraga (cabor) itu sendiri. Pasalnya soal pembukuan kepengurusan merupakan wewenang cabor itu sendiri untuk menyelesaikan.
“Sejatinya kalau ada persoalan itu, pihak PB Ikasi mengutus caretaker ke Bali guna menggelar Musprov Ikasi Bali, dengan tujuan memilih Ketua Umum dan pengurus baru yang nantinya diakui resmi oleh PB Ikasi sendiri. Tapi sejauh ini belum ada caretaker yang muncul utusan PB Ikasi,” tutur Oka Darmawan saat dikonfirmasi di KONI Bali, Selasa (12/9/2023).
Pada umumnya lanjut manta Wakil Ketua I dan Sekretaris Umum KONI Bali itu, caretaker atau pengurus PB cabor yang akan melakukan musprov itu setidaknya ke KONI Bali dan berkoordinasi dengan KONI Bali.
“Semua itu kan urusan internal PB dan Pengprov Ikasi Bali. Jadi kalau KONI Bali diminta rembug usul dan masukan kami siap saja. Tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda caretaker dari PB Ikasi akan datang,” terang Oka Darmawan.
Di lain pihak, mantan Ketua Umum Pengprov Ikasi Bali AA. Ngurah Susrama Putra yang kepengurusannya dibekukan mengutarakan jika semua itu berawal dari Musyawarah Nasional (Munas) IKasi lalu.
“Ketua Umum PB Ikasi saat itu ada dua yakni yang satu terdaftar sebagai anggota KOI Pusat dan satu lagi Ketua Umum PB Ikasi yang terdaftar di KONI Pusat. Saat Munas kami memilih yang anggota KOI, kenyataannya setelah 1,5 tahun saya memimpin Ikasi Bali malah dibekukan. Ya semuanya kami serahkan saja ke KONI Bali,” tutupnya. (ena/bfn)













