Abang Sentris Mulai Disenggol, Kadisdikpora Mengelak

abang-sentris-mulai-disodok-kadisdikpora-mengelak
Kadisdikpora Karangasem I Wayan Sutrisna
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Pasca pandemi  Covid-19, ruang belajar siswa mulai SD  hingga SMP di Kabupaten Karangasem,Bali, banyak yang rusak. DPRD setempat mendesak agar perbaikan dilakukan secara merata dan tidak menumpuk di wilayah Kecamatan Abang.

Sodokan Abang sentris itu mengemuka dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Karangasem  bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga, Kamis (7/7/2022).

Adalah Ketua Fraksi Partai Golkar I Ketut Badra dan Ketua Fraksi Partai Gerindra Kadek W Kusmiadewi yang menyenggol  kondisi ini. Menurut dua anggota Dewan dari Dapil Kota (Kecamatan Karangasem Red), itu, perbaikan sekolah yang rusak, sejauh ini hanya dipusatkan di wilayah Kecamatan Abang.

“Sekolah yang rusak bukan hanya di Kecamatan Abang, di Kecamatan Karangasem juga banyak,” sungut Badra yang diamini Kusmiadewi.

Sebelumnya, perihal  kerusakan sekolah juga disampaikan I Komang Mardana Wimbawa, Ni Kadek Sri Dewi Wahyuni dan Ketut Suardana. Tiga anggota komisi IV  Dapil Kecamatan Abang itu, dalam rapat yang di pimpin I Komang Rena, menyampaikan, bahwa di wilayahnya banyak gedung sekolah yang rusak dan harus segera mendapat perbaikan.

Komang Mardana Wimbawa   terpaksa buka suara melihat kondisi tersebut, karena merasa khawatir terhadap keselamatan siswa saat belajar. Anggota  Fraksi Partai Golkar ini mendesak Dinas Pendidikan secara riil melakukan pendataan gedung sekolah yang ada, termasuk menyisir tingkat kerusakannya.

“Gedung sekolah banyak rusak terutama pada bagian atap. Ini harus segera mendapat perbaikan, karena bisa mengancam keselamatan siswa,” ucap Mardana Wimbawa.

Kadisdikpora Karangasem, I Wayan Sutrisna tidak menampik  banyaknya kondisi gedung sekolah SD yang mulai rusak dan harus segera mendapat perbaikan. Kendati demikian, dia membantah  perbaikan  yang dilakukan bersifat Abang Sentris, karena di daerah lainnya juga dilakukan perbaikan serupa.

“Tahun lalu, perbaikan fisik gedung sekolah menggunakan DAK (dana alokasi khusus), karena anggaran yang ada dalam APBD banyak yang di refocusing. Saat ini beberapa sekolah  sudah masuk daftar tunggu, karena prinsif penggunaan DAK,  sekolah  yang perbaikan harus masuk Dapodik dulu,” terang Sutrisna, seraya menambahkan, terhadap penyisiran gedung sekolah yang  mengalami kerusakan pihaknya juga melibatkan Dinas PUPR. (tio/bfn)