Angka Kriminal Naik, Begini Resolusi Polres Karangasem di Tahun 2024

angka-kriminal-naik-begini-resolusi-polres-karangasem-di-tahun-2024
Kasus kriminalitas (tindak kejahatan) dan kasus langka lantas di Karangasem sepanjang tahun 2023 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini juga diakui Kapolres Karangasem AKBP I Nengah Sudiarta, kepada awak media, Selasa (26/12).

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kasus kriminalitas (tindak kejahatan) dan kasus langka lantas di Karangasem sepanjang tahun 2023 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini juga diakui Kapolres Karangasem AKBP I Nengah Sudiarta, kepada awak media, Selasa (26/12).
Kapolres menguraikan, angka kejahatan yang terjadi di Karangasem sejak Januari hingga Desember mencapai 158 kasus. Kasus kriminalitas tersebut didominasi oleh kasus pencurian.

“Tahun 2023 total ada 158 kasus kejahatan yang ditangani Polres Karangasem. Kasus paling banyak terjadi pada bulan Maret yang didominasi oleh kasus pencurian yang mencapai 20 kasus. Secara keseluruhan terjadi kenaikan 26 persen, dibandingkan tahun 2022 sebanyak 126 kasus. Penyelesaian kasus juga mengalami meningkat 10 persen,” terang Kapolres.

Lonjakan kasus kriminalitas di tahun 2023 itu, AKBP Sadiarta berkomitmen untuk menurunkan angka tindak kejahatan di Karangasem tahun 2024 mendatang. Penurunan tindak kejahatan bukan sebatas kasus pencurian, pihaknya juga akan serius memberantas peredaran narkotika dengan meningkatkan sisi kuantitas dan kualitas serta lebih fokus memberangus pengedar narkotika.

“PR kami di tahun 2024 yakni menurunkan angka kasus pencurian, minimal 10 persen. Tahun ini (2023), kejahatan transnasional narkotika turun 21 kasus turun dibandingkan 2022 sebanyak 24 kasus. Sebagai resolusi tahun 2024 kualitas akan kami tingkatkan ke pengedar atau bandarnya, karena yang pemakai ini adalah korban, ” tegasnya.

Menurunkan angka kejahatan di Karangasem, lanjut perwira melati dua di pundak asal Kecamatan Rendang, itu, pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli pemukiman dengan strategi patroli lompat kodok dan sistem sodok. Selain kasus kejahatan sejumlah kasus menonjol juga terjadi sepanjang tahun 2023 seperti konflik sosial di beberapa Desa Adat serta persoalan sengketa tanah. (ger/bfn)

Exit mobile version