Atasi Persoalan Sampah, Desa Adat Jasri Segera Buat Perarem

banner 120x600
Anggota DPRD Karangasem I Wayan Budi SH saat memimpin penanganan sampah yang meluber di lingkungan Banjar Semadi Desa Adat Jasri, Jumat(10/12/2021).

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Desa Adat Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem, berencana akan membuat pararem tentang sampah. Hal tersebut dilakukan mengingat keberadaan sampah rumah tangga selalu menjadi persoalan di masyarakat. Selain itu sampah yang dibuang sembarangan agar tidak menjadi pencemar lingkungan dan menggangu kesehatan masyarakat setempat.

Rencana pembuatan perarem tersebut diungkapkan Penyarikan Desa Adat Jasri, I Ketut Sanur. “Persoalan sampah ini segera kita bahas dalam rapat desa, sekaligus membuatkan peraremnya,” tandasmya, disela sela kegiatannya melakukan pembersihan tumpukan sampah rumah tangga dan sampah plastik di lingkungan Banjar Semadi, Jumat (10/11/2021).

 

Kegiatan yang diprakarsai oleh anggota DPRD Karangasem I Wayan Budi SH. juga dihadiri Lurah Subagan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala lingkungan Jasri Kelod. Politisi Partai Hanura yang terganggu dengan pemandangan tak sedap dari tumpukan sampah tersebut, langsung menurunkan satu excavator untuk mengeruk tumpukan sampah yang menggunung di wilayah Banjar Semadi. Kemudian menghubungi Dinas Lingkungan Hidup untuk mengangkut sampah agar tidak terlalu lama menumpuk.

“Tumpukan sampah ini sudah berbulan-bulan saya lihat. Kalau dibiarkan terus, selain mencemari lingkungan, juga dikhawatirkan akan menjadi sumber penyakit,” ucap anggota Komisi III DPRD Karangasem itu.

Selanjutnya, mendapatkan informasi penanganan sampah yang dilakukan secara swadaya oleh Wayan Budi, Dinas Lingkungan Hidup Karangasem bergerak dengan menerjunkan tim yang membawa 7 Dum truk untuk mengangkut sampah sebanyak 1,5 ton dilokasi.

Kabid pengelolaan sampah limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, I Wayan Sandi, yang memimpin langsung penanganan tersebut, berjanji akan terus memantau lingkungan setempat. Sebab, kawasan tersebut jauh dari kawasan jalan protokol untuk dilakukan pengangkutan oleh Dinas LHK.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar  memilah sampah dari sumber sebelum membuangnya. Pemilihan itu diawali dari rumah mereka sendiri. Kami juga akan terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan mengelola sampah sendiri.,” jelasnya. (ger/bfn)