Awalnya Bintik Kecil, Pengobatan Made Kuta Tersandung BPJS

banner 120x600
I Made Kuta penderita infeksi kulit akut dalam pelukan sang paman

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Empat bulan menderita penyakit infeksi kulit akut, namun baru kali ini  Made Kuta mendapat pengobatan serius. Sebelumnya bocah asal Dusun Bonyoh. Desa Ban, Kecamatan Kubu,  Karangasem ini, hanya diperiksa ke bidan dan dibelikan obat di warung terdekat.  Berobat ke Puskesmas, juga sangat tidak mungkin. Selain karena jaraknya cukup jauh, ekonomi nenek dan kakeknya yang mengasuh   Kuta dan kakak kandungnya Ni Luh  Santi, juga pas-pasan.

“Awalnya infeksi kulit ini hanya berupa bintik-bintik kecil saja, tapi tidak menyangka akan separah ini,” terang Kadus Bonyoh, I Nyoman Seken  yang  ikut mengantar Made Kuta berobat ke RSUD Karangasem.

Baca : Ditelantarkan Orang Tua, Bocah Asal Bonyoh Menderita Penyaklt Kulit Akut

Seken   mengatakan,  dia belum tahu jenis infeksi kulit yang di derita Made Kuta itu.   Kendati demikian, setelah mendapat penanganan dari tim medis, dia mengaku cukup lega, karena Made  Kuta sudah mendapatkan obat  untuk mengobati luka  yang permukaannya terus melebar.

“Satu minggu lagi disuruh berobat  ke rumah sakit. Saat ini baru diberi obat dalam, salep dan obat antibiotik ,” terang Seken.

Pilu yang dialami Made Kuta dan  kakak kandungnya Ni Luh Santi, tidak cukup sampai disana. Administrasi keanggotaan yang amburadul membuat proses pengobatannya menjadi semakin rumit.

Sejak lahir,  baik Kuta maupun Ni Luh Santi tidak memiliki akta lahir dan juga Kartu Keluarga (KK).   Kindisi ini membuat kedua bocah itu  mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui  program BPJS maupun jaminan sosial lainnya.

Beruntung, pihak relawan seperti Relawan Karangasem Shanti (Rekasa)  diwakili Boy dan juga Kadus Bonyoh I Nyoman Seken, berjanji  akan mengurus keabsahan status kedua bocah tersebut. Seken menegaskan, keberadaan KK itu sangat penting  sebagai pengakuan terhadap status kedua anak di mata hukum atau tercatat di kependudukan sipil.

“Mungkin nanti kita upayakan untuk memasukkan di KK kakeknya meskipun nanti masuk dalam family lain. Yang terpenting kedua anak ini  memiliki identitas yang sah, sehingga  memudahkan untuk sekolah nanti,” ungkap Seken. (ika/tio/bfn)