Utama  

Berebut Kursi Ketua DPRD Karangasem, Siapa yang Unggul?

banner 120x600

________________________________________________________________________________

Dua hari lagi, tepatnya Rabu 17 April 2019, masyarakat Indonesia akan berpesta menentukan pemimpin bangsa lima tahun ke depan. Euforia pesta politik lima tahunan di tanah air ini, tidak saja terasa di Ibu Kota Jakarta. Di Karangasem, Bali, konstelasi politik kini sudah mulai kelihatan. Tiga partai politik unggulan di Gumi Lahar, yakni Golkar, PDIP dan NasDem, memasang optimisme tinggi untuk memenangkan pertarungan ini. Seperti apa?

__________________

Pileg 9 April 2014 lalu, Partai Golkar Karangasem berhasil mencuri kursi pimpinan DPRD Karangasem. Pengaruh kekuasaan mengantarkan partai yang dinahkodai I Wayan Geredeg , juga selaku Bupati Karangasem kala itu, disebut-sebut menjadi faktor pendongkrak elektoral kader Beringin.

Pemilu lima tahun lalu Golkar Karangasem berhasil menempatkan 13 kadernya di kursi DPRD dan 1 kursi DPRD Provinsi, dengan total suara 70.460. Akankah prestasi ini bisa dipertahankan?

Golkar Karangasem dibawah komando I Made Sukerana, sepertinya masih tetap ngotot mempertahankan capaian kursi yang dimiliki sekarang, ditengah kondisi Karangasem yang sudah berganti kuasa.

“Sampai saat ini, hitung-hitungan kita untuk kursi di DPRD Karangasem bisa nambah, karena ada calon patahana yang dulunya lolos dari partai lain sekarang sudah bergabung dengan Golkar,” ucap Sukerana.

Mantan Wakil Bupati Karangasem yang sekarang ikut bertarung sebagai Caleg Provinsi Bali itu, mesti menghitung ulang catatan yang dimiliki. Ditahannya Sudikerta dalam kasus penipuan tanah oleh Polda Bali, berdampak besar terhadap elektabilitas partai Golkar di Bali, bahkan Karangasem.

Ada kemungkinan suara Golkar merosot tajam dan posisinya di DPRD akan diganti PDIP atau Partai NasDem sebagai partai penguasa di Karangasem. PDIP, selain memiliki militansi simpatisan yang sangat luar biasa, hasil Pilgub Bali lalu, dan elektoral Jokowi yang terus menanjak juga berpengaruh terhadap elektoral para caleg dari PDIP.

Partai yang di komando I Gede Dana, memiliki khans kuat untuk kembali bisa merebut dapuk pimpinan di DPRD, yang sebelumnya hilang diambil Golkar. Pemilu lima tahun lalu, PDIP berhasil menorehkan 74.182 suara. Kendati jumlah suara menang dengan Golkar, namun PDI kalah dalam pembagian kursi DPRD yang saat ini hanya bisa mengantarkan 12 kadernya duduk di kursi DPRD Karangasem dan dua kader duduk di kursi DPRD Provinsi Bali.

Kendati begitu, PDIP tidak mau sesumbar. Melihat pergerakan mesin partai sejak 8 bulan terakhir, Gede Dana optimis pimpinan DPRD Karangasem akan kembali bisa direbutnya. Dari hitung-hitungan yang sudah dilakukan, PDIP Karangasem menargetkan 18 kursi DPRD Karangasem.

“Sudah ada hitung-hitungannya itu, kita optimis target itu akan tercapai,” ucapnya

Beda halnya dengan Partai NasDem, partai besutan I Gusti Ayu Mas Sumatri, semakin percaya diri menghadapi pemilu tahun ini. “Cakaran” kekuasaan yang dimiliki dinilai akan mampu menorehkan hasil gemilang merebut posisi puncak di DPRD Karangasem.

Kehadiran Ketua Umum Partai, Surya Paloh dalam rapat terbuka beberapa waktu lalu, juga diyakini akan mampu mendongkrak capaian suara NasDem. Lima tahun lalu, NasDem menorehkan 26.552 suara dan berhasil menempatkan 5 kadernya di kursi DPRD Karangasem dan satu kursi DPRD Bali.

Target NasDem tahun ini tak jauh beda dengan PDIP. Melalui Gerakan Masyarakat Terpadu (GMT) dan kekuasaan yang dimiliki, Mas Sumatri merasa optimis target 20 kursi akan mampu terpenuhi. “Tim kita semuanya sudah bergerak, sangat optimis target itu akan terpenuhi,” kata Mas Sumatri.

Siapa yang unggul? Melihat elektoral partai yang ada, sepertinya PDIP akan mampu memenangi pertarungan kali ini. Pergerakan partai yang solid, ditambah dukungan kekuasaan Bali dan elektoral Jokowi, PDIP sepertinya tidak akan sulit untuk merebut kembali pucuk pimpinan di DPRD Karangasem. (paramitha)