KARANGASEM, Balifactualnews.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem bergerak cepat menindaklanjuti dampak tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Manggis dan Sidemen akibat hujan deras beberapa hari lalu. Tim BPBD telah melakukan asesmen lapangan untuk memetakan tingkat kerusakan bangunan warga, sekaligus membuka peluang pengajuan bantuan sosial bagi korban terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menyampaikan bahwa asesmen dilakukan di sejumlah titik terdampak longsor. Di Kecamatan Manggis, tim menilai kerusakan rumah milik I Nengah Merta Rendeh di Banjar Dinas Telengan, Desa Gegelang, dengan estimasi kerugian sekitar Rp5 juta. Sementara rumah I Wayan Sabih Polih di lokasi yang sama diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp7,5 juta.
Asesmen juga dilakukan di Kecamatan Sidemen, tepatnya pada rumah milik I Komang Sudiarta di Banjar Dinas Lebu Gede, Desa Lokasari, dengan estimasi kerugian mencapai Rp15 juta. Selain itu, tim turut mengecek lokasi longsor di Pura Manik Bingin, Banjar Dinas Lantangkatik, Desa Telagatawang. “Untuk lokasi pura, tidak ditemukan kerusakan bangunan maupun senderan,” ujar Arimbawa, Rabu (17/12).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kajian teknis tim Jitupasna dan mengacu pada Peraturan Bupati Karangasem Nomor 16 Tahun 2025, kerusakan bangunan akibat bencana dapat difasilitasi melalui pengajuan bantuan sosial yang bersifat tidak terencana.
“Setelah nilai rekomendasi kerugian ditetapkan, masyarakat korban bencana dapat mengajukan proposal bantuan sesuai hasil asesmen,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Manggis, I Putu Eka Tirtana, mengingatkan bahwa ancaman banjir dan longsor masih berpotensi terjadi selama musim hujan. Ia menilai normalisasi Sungai Betel menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir bandang, mengingat hampir seluruh pemukiman di sepanjang aliran sungai tersebut terdampak saat terjadi luapan.
Eka Tirtana juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada. “Jika hujan lebat terjadi, warga diharapkan segera berpindah ke tempat yang lebih aman. Barang-barang penting sebaiknya diamankan di tempat yang lebih tinggi atau dititipkan ke kerabat yang rumahnya tidak rawan banjir,” pungkasnya. (tio/bfn)













