KARANGASEM, Balifactualnews.com–Bupati Karangasem I Gede Dana membuka Besakih Festival yang dipusatkan di Terminal GF Manik Mas, Sabtu (23/12/2023)
Ditemui di sela-sela kegiatan tersebut, Bupati Gede Dana, mengatakan, bahwa Besakih Festival merupakan upaya kreatif yang dilakukan Badan Pengelola Besakih dalam rangka pelestarian seni budaya dan promosi pariwisata.
“Besakih Festival baru pertama kali dilaksanakan dan harus berkesinambungan. Kami (Pemerintah Kabupaten Karangasem) sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini,” tegas Bupati Gede Dana.
Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, mengungkapkan, Besakih Festival merupakan sarana untuk mulat sarira dan meningkatkan pelayanan di Kawasan Suci Pura Agung Besakih.
“Besakih dalam pengelolaan kawasan memiliki jargon Sewaka Praja Hitta, yang secara utuh bermakna pelayanan tulus dan ikhlas,” ujar Muliarta.
Sebelumnya Ketua Panitia Besakih Festival, I Wayan Mastra, melaporkan, Besakih Festival yang baru pertama kali digelar itu sebagai wujud sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Desa Besakih, Desa Adat Besakih, dan Badan Pengelola. “Kegiatan ini secara utuh mencakup kegiatan pengembangan dan pelestarian seni budaya, aktivitas sosial, edukasi, dan spiritual serta pengembangan UMKM lokal,” ungkapnya.
Besakih Festival berlangsung selama empat hari yang dimulai, Sabtu (23/12/2023) dan berakhir Selasa (25/12/2023). Kendati demikian rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan sejak 4 Desember 2023, diantaranya kegiatan edukasi melalui Kompetisi Matematika IPA, IPS Tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Rendang. Kegiatan olahraga berupa eksebisi bulutangkis, turnamen futsal, dan turnamen bola voli dilaksanakan pada 19 sampai dengan 25 Desember 2023.
“Besakih Festival memuat berbagai lomba yang berkaitan erat dalam pengembangan adat dan seni budaya. Pola pelaksanaan kegiatan melalui kolaborasi antar seluruh pihak yang berkaitan,” jelasnya.
Mastra menambahkan, kegiatan Besakih Festival terbagi menjadi dua lokasi inti, yakni di kawasan Manik Mas dan di Terminal Kedungdung.
“Anggaran pelaksanaan kegiatan diselenggarakan secara gotong royong dengan kepanitiaan dari lembaga tiga pilar Besakih. Sedangkan total peserta yang terlibat dalam rangkaian kegiatan berjumlah 13.000 orang,” pungkas Mastra.
Selain dibuka Bupati Gede Dana, Besakih Festival juga dihadiri Dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Forkompincam Rendang, seluruh perwakilan asosiasi pariwisata di Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem, serta unsur internal Desa Adat/Dinas Besakih. (tio/bfn)
