Bupati Gede Dana Launching Klinik Layanan Pemecah Batu Ginjal di RSUD Karangasem

Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Direktur RSUD Karangasem dr Gde Yuliasena saat melihat pasien yang sedang berobat batu ginjal di klinik layanan pemecah batu ginjal (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy ) yang baru di launching
banner 120x600

KARANGASEM,Balifactualnews.com—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem terus membuat terobosan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Setelah membuka klinik cuci darah, kini giliran klinik pemecah batu ginjal yang dibuka. Bahkan pengopersian klinik  dengan bahasa latin Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL)  di launching langsung Bupati Karangasem, I Gede Dana, Senin (8/5).

Usai meresmikan klinik tersebut, Bupati Gede Dana mengakui, bahwa jumlah pasien yang terkena batu ginjal di wilayahnya. Selama ini masyarakat yang menderita batu ginjal tersebut  berobat ke luar Karangasem, yakni Denpasar, Klungkung dan rumah sakit lainnya di Bali.

“Astungkara, sekarang RSUD Karangasem sudah memiliki klinik layanan pemecah batu ginjal dan sudah mulai beroperasi. Dengan adanya alat ini, masyarakat tak perlu lagi  berobat keluar Karangasem,” ucap Bupati.

Pembukaan klinik pemecah batu ginjal tersebut, kata Bupati, karena  melihat ekonomi pasien rata-rata masih rendah. “Kami instruksikan manajemen rumah sakit untuk membeli alat itu. Ini penting agar tidak lagi ada masyarakat penderita batu ginjal dirujuk keluar RSUD Karangasem,”terang Gede Dana, seraya mengimbau, agar  manajemen RSUD Karangasem menjaga alat ini serta dapat melayani masyarakat yang mengalami sakit batu ginjal agar tidak lagi dirujuk keluar Karangasem.

Dikatakan, baru dua minggu alat tersebut dioperasikan,  sudah mampu melayani masyarakat lebih dari 23 orang. Melihat tingkat layanan itu, Bupati meyakini bahwa masyarakat Karangasem banyak yang menderita gangguan batu ginjal.

“Saat ini baru ada satu alat pemecah batu ginjal (ESWL), tak menutup kemungkinan alat ini akan ditambah. Tapi untuk saat ini  satu alat yang ada sudah mencukupi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menambah  pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berobat di RSUD Karangasem, Gede Dana juga berencana untuk membeli alat city scan. “Intinya untuk kepentingan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kami akan  membeli semua alat yang dibutuhkan di rumah sakit,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Gede Dana juga mengapresiasi manajemen RSUD Karangasem. Menurutnya, saat ini rumah sakit plat merah itu  terus berbenah, mulai dari SDM  hingga ketersedian fasilitas yang ada. “RSUD Karangasem sekarang sudah tidak angker lagi, taman dengan pohon perindang sudah dirawat dengan baik. Fasilitas ruang tunggu  pasien juga sudah bagus dan nyaman. Pelayanan paramedis (tenaga kesehatan) juga sudah bagus dan sangat ramah. Saya harap kondisi yang sudah bagus ini harus terus dipelihara dan terus ditingkatkan lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Karangasem dr Gde Yuliasena, mengatakan,  dibukanya klinik layanan pemecah batu ginjal sebagai respons dari banyaknya masyarakat yang menderita batu ginjal  berobat ke luar karangasem.

“Astungkara berkat arahan Bapak Bupati, sekarang RSUD Karangasem sudah memiliki klinik layanan pemecah batu ginjal. Klinik ini melengkapi klinik cuci darah yang sudah kami buka sebelumnya,” pungkas dr Gde Yuliasena. (tio/bfn)