Dampak Bencana, Tembok Penyengker SDN 5 Antiga Ambrol, 4 KK Warga di Sidemen Mengungsi

dampak-bencana-tembok-penyengker-sdn-5-antiga-ambrol-4-kk-warga-di-sidemen-mengungsi
Foto: Tembok penyengker yang ada di SDN 5 Antiga yang terletak di Banjar Dinas Ketug, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem ambruk dan menimpa 4 ruang kelas akibat hujan deras Minggu (9/7/2023).
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Tembok penyengker yang ambrol, membuat empat ruang kelas SDN 5 Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem rusak. Kondisi tersebut membuat para siswa yang ada disana belum bisa belajar dengan nyaman.

Kepala SDN 5 Antiga I Putu Gede Karya, Senin (10/7) mengatakan, musibah ambrolnya tembok penyengker sekolah hingga merusak empat ruang kelas terjadi Minggu (9/7). Pemicunya tanah labil akibat terus diguyur hujan lebat.

“Tembok yang jebol ada di sebelah timur sekolah panjangnya sekitar 30 meter dan merusak empat ruang kelas,” ungkap Gede Karya.

Dijelaskan, empat ruang kelas yang rusak, yakni ruang kelas I,II,III dan IV. Selain temboknya mengalami retak, kaca jendela hancur dan pecahannya masuk kedalam ruang kelas. Kondisi ruang kelas yang rusak, membuat hari pertama sekolah para siswa belum bisa belajar dengan normal.

“Anak-anak masuk sekolah seperti bisa, tapi proses belajar mengajar belum bisa dilakukan karena ruang kelas masih kotor,” jelas Karya.

Evakuasi tembok penyengker sekolah yang ambrol bisa bisa dilakukan, karena pihak sekolah masih berkoordinasi dengan kepala wilayah dan masyarakat setempat.

“Kami juga sudah lapor ke Dinas mempercepat melakukan penanganan dan perbaikan jendela kaca yang pecah. Mudah- mudahan dalam waktu dua hingga empat hari kedepan semua material penyengker yang ambrol sudah bisa dibersihkan,” tandasnya.

Sementara itu, bencana air bah sungai Tukad Unda, membuat empat KK warga Banjar Dinas Budamanis, Desa Sidemen, terpaksa ngungsi kerumah kerabat terdekat. Langkah itu dilakukan karena pondasi rumah yang ditempati terancam tergerus dialiran sungai.

Perbekel Desa Sidemen, I Komang Putra, 4 KK yang mengungsi terdiri dari 10 orang dewasa dan 5 orang anak – anak. Dijelaskan, pondasi rumah 4 KK tersebut sekitar 5 meter dari bibir sungai, hujan deras menyebabkan aliran sungai Tukad Unda membesar dan menggerus pondasi rumah rumah mereka.

“Kami sudah merencanakan untuk menyalurkan bantuan sembako. Empat KK warga yang mengungsi dalam kondisi baik-baik saja, tapi untuk kembali pulang ke rumah mereka belum berani karena masih dihantui cuaca ekstrem yang belum berakhir,” pungkasnya. (tio/bfn)