Deklarasi Virtual Kaum Perempuan, Dana-Dipa Disodori Keluhan Rendahnya Honor Guru TK

banner 120x600
Kaum Perempuan Karangasem deklarasi dukung dan memenangkan Dana-Dipa  pada Pilkada 9 Desember mendatang. Deklarasi dukungan digelar secara virtual.

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Kaum perempuan lintas profesi dan komunitas empat kecamatan di Karangasem, yakni  Kecamatan Manggis, Selat, Rendang dan Sidemen,  kembali menggelar deklarasi dukungan secara virtual  kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Karangasem nomor urut 1, I Gede Dana  dan I Wayan Artha Dipa (Dana Dipa),  Senin (2/11).

Deklarasi yang digelar sesuai zona kampanye Dana- Dipa berlangsung hangat.  Banyak usulan yang disampaikan kaum perempuan empat kecamatan ini kepada pasangan calon dengan mengusung visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali  melalui pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru  tersebut

Selain menyampaikan kondisi balai banjar yang mau ambruk, kaum perempuan dari Kecamatan Manggis juga menyampaikan aspirasi perbaikan gedung TK di Banjar Tengading, Desa Antiga, Manggis yang sudah mau roboh.  Aspirasi yang paling menohok berkaitan dengan honor guru TK di Karangasem yang masih dibawah standar.

“Kami mendukung bapak berdua, tetapi tolong perhatikan gedung TK dan honor guru TK yang masih dibawah standar, tolong nanti diperhatikan,” ujarnya.

Kendati berlangsung virtual, diskusi kaum perempuan dengan pasangan Dana Dipa seperti tidak ada sekat. Mereka  dengan terbuka menyampaikan  keluhan masyarakat dibawah terkait dengan mundurnya pembangunan di Karangasem dalam 5 tahun terakhir.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan kaum perempuan tersebut,  Gede Dana dengan tegas mengatakan,  dia bersama pasangannya I Wayan Artha Dipa  sudah memiliki  konsep untuk menguatkan mental masyarakat  Karangasem yang diawali dari pendidikan anak usia dini.

Saat ini, kata dia, anak-anak TK dalam kondisi pandemi covid-19 akan sangat kesulitan dalam proses belajar daring. “Kami Dana-Dipa,  sudah berkomitmen untuk membangun TK Negeri dengan berbasis agama Hindu. Tidak saja TK berbasis agama Hindu, di kampung-kampung muslim  juga kita akan bangun TK berbasis agama Islam,” kata Gede Dana.

Selain TK Negeri berbasis agama, Dana-Dipa juga memiliki konsep menguatkan fasilitas sekolah terutama gedung-gedung yang masih menumpang di balai banjar.  Sedangkan untuk guru TK yang honornya masih dibawah standar,  Dana Dipa berjanji untuk memperjuangkan agar bisa ditingkatkan lagi dara apa yang didapatkan sekarang.

“Saat ini, pemerintah baru bisa memperhatikan guru TK Negeri, sedangkan yang guru TK swasta sampai saat ini belum ada pendataan yang pasti. Jumlah guru TK terutama yang swasta juga belum terdata dengan baik.  Astungkara masyarakat memberikan amanah untuk memimpin Karangasem, Kami akan focus membangun karakter anak-anak sejak usia dini, termasuk  juga memperhatikan kesejahteraan guru-guru TK,” jelasnya.

Sedangkan, untuk rehab dan pembangunan balai banjar dan Pura, Gede Dana mengatakan, lebih dari lima tahun pemerintah Karangasem belum bisa memberikan bantuan sosial untuk perbaikan. Terkait hal ini  Gede Dana megaku sudah berkomunikasi dengan ketua DPD PDI Perjuangan sekaligus Gubernur Bali I Wayan Koster  untuk memberi anggaran kepada Kabupaten Karangasem.

“Saat ini Kabupaten Karangasem belum bisa membangun tanpa anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi, karena PAD yang dimiliki masih sangat kecil,” pungkasnya. (asa/tio/bfn)