Dewa United Waspada, Bali United Bermodal Mental

dewa-united-waspada-bali-united-bermodal-mental
Serdadu Tridatu saat bentrok melawan Dewa United pada putaran I di Gianyar. Foto : bfn/ena
banner 120x600

DENPASAR, Balifactualnews.com – Skuad Serdadu Tridatu nampaknya sekarang memang harus mewaspadai Dewa United yang akan dihadapi pada lanjutan Liga 1 Indonesia pekan 26 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang pada Rabu (22/2). Kewaspadaan ini terkait kebangkitan Dewa United dan kualitas pelatihnya yang merupakan mantan pelatih klub Galatasaray.

Pada putaran I Bali United mampu melibas Dewa United 6 – 0. Tapi kini nampaknya tidak akan semudah itu karena calon lawan perlahan naik performa dengan menempati posisi 13 klasemen sementara. Belum lagi dengan kehadiran pelatih asal Belanda, Johannes Hendrikus Olde Riekerink atau yang akrab disapa Jan Olde Riekerink. Pelatih ini yang merubah tampilan Dewa United perlahan meningkat.

Bali United sendiri juga tak boleh lengah meski sudah bangkit dan menumbangkan Persebaya Surabaya pekan lalu dengan skor 4-0. Menurut Jan Olde, ada peningkatan performa juga yang dilakukan oleh Dewa United pasca mengalahkan PSS Sleman.

“Persoalnnya melawan Bali United buka seperti melawan PSS. Bagaimanapun juga harus jaga performa Dalam sepak bola, biasa kalah dan menang. Tapi yang paling penting adalah fundamental tim. Kami bisa melakukan hal yang sama melawan Bali United dan akan menjadi tantangan besar,” ungkap Jan Olde saat sesi konferensi pers jelang pertandingan, Selasa (21/2/2023).

Dirinya sadar Bali United bukan lawan sembarangan karena akhirnya bangkit dengan menang menghadapi Persebaya setelah puasa kemenangan dalam 6 pertandingan sebelumnya. “Bali United baru saja menang dan mereka cukup berbahaya jika berada dalam pertahanan kami. Tapi kami juga punya tim yang kuat untuk mengalahkan mereka,” jelasnya.

Sementara arsitek Bali United Stefano “Teco” Cugurra menilai jika melawan Dewa United skuadnya sudah ada bekal tersendiri. Mental bertanding Ilija Spasojevic dkk mulai meningkat setelah meraih kemenangan perdana tahun ini menghadapi Persebaya Surabaya. Itu modal utama “Pasti waktu menang lebih bagus karena tidak ada tekanan ke pemain,” demikian Teco. (ena/bfn)