Dewan Karangasem Sahkan APBD Semesta Berencana 2022

banner 120x600
Sidang Paripurna di gedung DPRD antara Legislatif dan Eksekutif Karangasem, Senin(29/11/2021).

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Dewan Karangasem akhirnya menyetujui Rencana Anggaran Pendatatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Semesta Berencana Karangasem tahun 2022  menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal tersebut terkuak dalam rapat paripurna yang sempat berlangaung alot antara anggota legislatif dan eksekutif, berlangsung di gedung dewan Karangasem pada Senin 29 Nopember 2021.

Baca Juga : Stop Buang Air Sembarangan, Diskes Karangasem Deklarasikan ODF

Dipimpin Ketua DPRD I Wayan Suastika, sidang paripurna pengesahan empat rancangan Peraturan daerah menjadi Perda tersebut diketahui, APBD Kabupaten Karangasem tahun 2022 mengalami defisit sebesar Rp 47 miliar. Sidang paripurna ini juga menjadi puncak dari pembahasan bersama gabungan komisi dengan eksekutif yang dimulai berlangsung sejak 8 Nopember 2021 lalu.

Dalam sidang paripurna yang dihadiri Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa itu, juga dibacakan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Karangasem. Pemandangan umum fraksi-fraksi dibacakan oleh I Wayan Sunarta, yang secara umum DPRD Karangasem menyepakati dan menyetujui RAPBD semesta berencana menjadi Perda. “Lima fraksi sepakat menyetujui RAPBD Semesta Berencana tersebut menjadi Perda. Namun tentunya ada sejumlah catatan didalamnya,” terang Sunarta.

Ditambahkannya, dalam pembahasan empat buah ranperda tadi, terdapat ranperda untuk Penambahan Penyertaan modal daerah kepada Perumda Tirta Tohlangkir, ranperda Penambahan Penyertaan modal daerah kepada PT Penjaminan Kredit daerah Bali Mandara Provinsi Bali, ranperda Penambahan Penyertaan modal daerah kepada PT. BPD Bali, dan Ranperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semesta berencana 2022 telah sesuai dengan jadwal.

“Dalam pembahasan telah disepakati penyesuaian target PAD dari pajak daerah dari target awal sebesar Rp 117 miliar  ditingkatkan  lagi Rp 1,2 miliar, sehingga target dalam APBD 2022  menjadi Rp 118 miliar lebih,” imbuhnya.

Sementara itu dalam catatan Dewan Karangasem, penyesuaian target transfer dan dana desa dari pemerintah  pusat dan provinsi, agar sesuai perundang-undangan. Selain itu, dewan juga memberikan catatan penyesuaian belanja daerah melalui resionalisasi sesuai ketentuan perundang-undangan termasuk penyesuaian program kegaiatan yang mengalami penggabungan organasasi perangkat daerah. Dimana ringkasan RAPBD, yang terdiri dari pendapatan sebesar Rp 1.4 triliun lebih, dan belanja daerah sebesar Rp 1.5 triliun lebih, sehingga APBD semesta berencana 2022 mengalami defisit sebesar Rp 47 miliar.

“Untuk Penambahan Penyertaan modal daerah kepada Perumda Tirta Tohlangkir dewan menyetujui sebesar Rp 1.5 miliar. Sedangkan Penambahan Penyertaan modal daerah kepada PT Penjaminan Kredit daerah Bali Mandara Provinsi Bali disetujui Rp 250 juta,dan  Penambahan Penyertaan modal daerah kepada PT. BPD Bali sebesar Rp 750 juta. Harapan kami akan dapat meningkatkan pemberian layanan kepada masyarakat pada penyertaan modal di ketiga lembaga tersebut,” pungkas Sunarta. (*ger/bfn)