Diduga Akibat Dupa Sembahyang, Dua Rumah Terbakar di Hari Galungan

diduga-akibat-dupa-sembahyang-dua-rumah-terbakar-di-hari-galungan
kebakaran yang menimpa bangunan dapur di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem Rabu (28/2).

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kejadian kebakaran yang diduga diakibatkan dupa saat sembahyang yang lupa dimatikan, kembali terjadi. Kali ini 2 unit rumah dan 1 dapur hangus dilahap si jago merah tepat saat perayaan hari raya Galungan Rabu(28/2), di wilayah Kabupaten Karangasem.

Raungan sirene kendaraan Damkar Karangasem memecah diantara kesibukan umat Hindu dalam pelaksanaan hari Galungan, Kejadian kebakaran pertama menghanguskan satu unit bangunan rumah milik Putu Yasa (42) di wilayah Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.

Kepada awam media, Kepala Damkartan Kabupaten Karangasem, I Made Agus Budiyasa, mengatakan bahwa kebakaran pertama di wilayah Desa Bhuana Giri, diduga terjadi akibat dupa sehabis sembahyang, pemilik rumah pemiliknya langsung pergi setelah selesai melakukan persembahyangan dan lupa mematikan dupa,” terang Budiyasa.

Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah mengalami mencapai Rp 100 juta lebih, dimana seisi rumah rumah seperti surat-surat, perhiasan, pakaian, uang tunai Rp 4 juta hingga sebuah sepeda motor hangus terbakar.

“Kebakaran tersebut diketahui pertama kali oleh warga sekitar yang langsung minta tolong, tetapi kobakaran api yang sudah besar menyebabkan semua barang di rumah itu terbakar,” imbuhnya.

Dihari yang sama kebakaran kedua menimpa sebuah dapur di wilayah Desa Bugbug, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem, hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 70 juta bagi pemiliknya, karena seluruh bangunan dapur dan isinya hangus tak bisa diselamatkan.

“Kebakaran dapur di Desa Bugbug itu diduga akibat kelalaian dari pemiliknya yang lupa mematikan kompor saat memasak air,” lanjut Budiyasa.

Dan kebakaran ketiga terjadi di wilayah Desa Kertamandala, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, yang juga menyebabkan sebuah rumah terbakar yang diduga akibat dupa sehabis sembahyang. Pada kejadian kebakaran itu petugas Damkartan tidak menuju lokasi, karena dilaporkan saat api sudah bisa dipadamkan. (ger/bfn)

 

Exit mobile version