Dipantau Tim FAO, Vaksinasi Rabies di Karangasem Lampaui Target

vaksinasi-rabies-di-karangasem-lampaui-target
Kadis Pertanian, Pangan dan Peternakan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, saat mendampingin Tim FAO melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi rabies di Karangasem
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan Kabupaten Karangasem, berhasil menuntaskan pelaksanaan vaksinasi berbasis rumah dan anjing liar, Rabu (29/3/2023).

Vaksinasi yang dilakukan selama sebulan itu progresnya cukup bagus, dari 13.684 ekor anjing yang ditarget, hingga batas akhir kemarin sebanyak 14.279 ekor anjing yang sudah di vaksin dari populasi anjing yang ada di Karangasem sebanyak 74.105 ekor.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengakui, bahwa kasus gigitan anjing di wilayahnya masih tinggi. Sejak Januari hingga bulan Maret, warga yang melapor digigit anjing sebanyak 312 orang. Dari jumlah itu, kata Siki Ngurah, sebanyak 31 orang dinyatakan positif rabies.

“Vaksinasi rabies yang kami laksanakan, juga mendapatkan pemantauan dari tim FAO dan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Astungkara sampai batas akhir, vaksinasi rabies yang kami lakukan berhasil melampaui target yang ditentukan,” ucap Nyoman Siki Ngurah.

Siki Ngurah menambahkan, target vaksinasi rabies yang terlampaui, tidak terlepas dari pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan secara terjadwal, melakukan emergency dan penyisiran ketika ditemukan ada kasus gigitan.

“Mengantisipasi meningkatnya kasus gigitan anjing kami juga melaksanakan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan menggandeng teman-teman media (wartawan) untuk bersama-sama membantu menginformasikan bahaya rabies ini,” kata Siki Ngurah.

Sementara itu dalam menekan kasus gigitan anjing di Karangasem, lanjut Siki Ngurah, Dinas yang dipimpinnya juga memfasilitasi pembuatan draf perarem tentang bahaya rabies dengan melibatkan MDA Kabupaten.
“Draf yang kami buat ini nantinya bisa diteruskan ke masing-masing Desa Adat. Sedangkan dalam mencegah perkembangan populasi anjing, kami juga melakukan depopulasi dalam bentuk sterilisasi dan kastrasi,” pungkas Siki Ngurah. (tio/bfn)