Diperiksa 2 Jam, Oknum Guru Cabul Langsung Ditahan

diperiksa-2-jam-oknum-guru-cabul-langsung-ditahan
Tersangka SA (depan kiri baju krem kotak-kotak) saat digelandang menuju sel tahanan Polres Karangasem
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Karangasem terus memantapkan penanganan kasus pencabulan yang menimpa salah seorang siswa SD kelas VI di wilayah Kecamatan Karangasem.
Setelah memeriksa beberapa saksi dan memintai keterangan korban, Kamis (20/7/2023) giliran oknum guru berinisial SA (45) yang diperiksa. SA diperiksa dalam status sebagai tersangka terhadap dugaan kasus pencabulan  yang dilakukan, Rabu (14/5/2023) lalu.

Sumber berkompeten di Polres Karangasem menyebutkan, SA diperiksa dari pukul 10.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita menggunakan baju kemeja krem motif kotak-kotak dengan status sebagai tersangka. “Ya, dia diperiksa selama dua jam. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersangka langsung dilakukan penahanan,” kata sumber kepolisian yang mewanti-wanti namanya untuk tidak disebutkan.

SA ditetapkan sebagai tersangka setelah dikuatkan dari hasil visum yang dilakukan terhadap korban di RSUD Karangasem. Hasil visum tersebut mengungkap, SA sempat memasukkan jari tangannya ke kemaluan korban, namun tidak sampai merobek miss V korban.

“Saat diperiksa SA tetap menolak melakukan perbuatannya, tapi dilakukan penahanan karena bukti visum menguatkan dia sebagai tersangka dalam kasus pencabulan itu,” ungkap sumber berkompeten tadi.

Dikonfirmasi terpisah, kasat Reskrim Polres Karangasem, seizin Kapolres AKBP M Reza Pranata, membenarkan Pemeriksaan SA tersebut. Dia mengatakan, SA diperiksa setelah dua kali mangkir dari panggilan polisi. “Benar hari ini SA dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka. Pengungkapan kasus pencabulan ini segera kami rilis ke teman-teman media usai pemeriksaan nanti. Sabar ya,” ucap AKP M Reza Pranata.

Seperti diwartakan sebelumnya, kasus pencabulan itu terungkap setelah orang tua korban menerima pemberitahuan dari adik ipar, bahwa anaknya yang baru tamat SD itu diperlakukan tidak senonoh oleh SA yang notabene sebagai wali kelasnya. Mendapatkan  kabar itu orang tua korban lantas melaporkan kasus pencabulan tersebut ke Polres Karangasem, Kamis (15/5/2023).

“Selain memeluk dan mencium, dia (SA) juga memegang pinggang anak saya. Kejadiannya di rumah mertua (tempat tinggal saya), Rabu ( 14/6) sekitar pukul 20.00 Wita,” ucap orang tua korban saat mengadukan ulah guru cabul itu ke Polres Karangasem beberapa waktu lalu. (tio/bfn)