Ditelantarkan Orang Tua, Bocah Asal Bonyoh Menderita Penyakit Kulit Akut

banner 120x600

 

I Nyoman Salia  meratapi luka infeksi kulit akut yang dialami  keponakannya I Made Kuta

KARANGASEM,Balifactualnews.com—I Made Kuta, bocah  berusia empat tahun asal Banjar Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, meringgis kesakitan saat diajak berobat  ke IGD RSUD Karangasem,  Rabu (20/1/21). Infeksi kulit akut yang diderita sejak empat bulan, membuat  bocah malang yang ditelantarkan  kedua orang tuanya,  tidak bisa  bergerak dengan nyaman.

Saat ditemui di pelataran IGD RSUD Karangasem, bocah Kuta terlihat meringkuk di pelukan sang paman I Nyoman Salia (39). Saat itu, Kuta baru mendapat perawatan medis di Poliklinik Kulit dan Kelamin.  Infeksi penyakit kulit akut yang dialami membuat beberapa bagian tubuhnya melepuh dan bernanah.

Luka terparah ada pada bagian kedua kakinya.  Bahkan saat ini  kondisinya terus melebar. Menurut  Nyoman Salia,  luka tersebut  disebabkan karena rasa gatal  berlebihan dan ponakannya  menggaruk-garuk  dengan cukup kencang.

Baca : Awalnya Bintik Kecil, Pengobatan Made Kuta Tersandung BPJS

“Lukanya melebar seperti ini karena Made (Kuta Red)  tak kuat menahan rasa gatal dan terus menggaruk-garuk dengan kedua tangannya,” terang Salia.

Kuta  merupakan buah hati dari I Ketut Mertajaya dan Ni Nyoman Suka.   Perceraian orang tuanya membuat  kehidupannya semakin merana diusia dini. Selama ini dia bersama kakak kandungnya Ni Luh Santi (6)  diasuh oleh kakek dan neneknya. Sementara  pamannya Salia hanya  sesekali menengoknya.

Salia menuturkan, sejak  menikah, adiknya  memang jarang berada di rumah. Dia merantau mencari nafkah keluar daerah. Namun sampai saat ini tidak diketahui rimbanya. Hal yang paling memilukan,  kata Salia, saat Made Kuta  lahir, ayah kandungnya menghilang dari rumah dan tidak pernah pulang.  Kondisi  itu semakin diperparah ketika ibu kandungnya Ni Nyoman Suka, memilih  bercerai dan menikah dengan pria lain.

“Dia  sekarang tinggal bersama suami barunya di Desa Bantas, Kecamatan Kubu.  Tapi sesekali  dia main-main ke Bonyoh menengok anaknya,” jelas Salia. (ika/tio/bfn)