Dua Bersaudara Terlibat Sabu-Sabu

banner 120x600

Tersangka saat digiring di Mapolres Buleleng Selasa,(26/2/2019)

 

 

BULELENG—Kakak beradik Firmansyah alias Amang (36) dan Firdaus alias Aus (34) warga Kelurahan Kampung Kajanan, Buleleng dibekuk Satres Narkoba Polres Buleleng, pada Senin (18/2) sore karena terlibat jaringan narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Kota Singaraja. Amang sendiri adalah seorang residivis kasus yang sama.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasatres Narkoba Polres Buleleng, AKP. Ketut Suparta mengatakan, penangkapan keduanya ini bermula dari tertangkapnya Amang pada pukul 16.30 wita di Jalan  Pantai Indah, Desa Baktiseraga, Buleleng. Saat digeledah, ditemukan 1 potong pipet plastik yang didalamnya ada sabu-sabu seberat 0,37 gram, yang disimpan dalam bungkus rokok. “Pelaku A seorang residivis yang baru keluar tahun 2016 lalu,” kata AKP. Suparta, Selasa (26/2) di Mapolres Buleleng.

Dari keterangan pelaku Amang, polisi mendapatkan informasi bahwa kristal bening itu didapatkan dari Firdaus alias Aus yang tak lain adik pelaku Amang. Berselang satu jam kemudian, Aus pun berhasil dibekuk polisi di areal parkiran toko modern wilayah jalan Ahmad Yani Singaraja.

Saat digeledah, petugas mendapatkan 1 potong pipet plastik yang didalamnya terdapat narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,37 gram yang disimpan di saku baju.

Untuk pelaku Aus, diindikasikan sebagai pengedar. “Selain mengamankan kedua pelaku, masih ada satu orang pelaku yang masih DPO, karena dari pengakuan mereka bahwa sabu-sabu ini didapatkan dari membeli dari seseorang yang tidak dikenal,” jelas Suparta.

Sementara pelaku Amang dihadapan awak media mengaku, nekat kembali menggunakan sabu-sabu tersebut karena ingin coba-coba. “Keluar 2016 lalu, cuma ingin coba-coba saja,” ucap Amang. Senada juga dikatakan Aus, ia nekat ikut mencoba-coba menggunakan barang haram ini karena terpengaruh kakaknya (Amang_red). Apalagi serumah, Aus mengaku ikut-ikutan saja. “Ya karena saya tinggalnya satu rumah, jadi ikut,” ujar Aus.

Kini, dua bersaudara itu sama-sama meringkuk di sel polisi. Mereka terancam dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 8 miliar.(sri)