GERCEP, BPKAD Bersama Bank BPD Bali Cabang Karangasem Teken MoU Pungutan Pajak MBLB Elektronik

banner 120x600
Kepala BPKAD Karangasem I Wayan Ardika (kiri) bersama  Kepala Kantor Bank BPD Bali Cabang Karangasem melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengutan dan Pembajaran Pajak MBLB secara elektronik di kawasan galian C Sebudi, Kamis (14/4)

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD), Kabupaten Karangasem, gerak  cepat ( GERCEP ) dalam mengantisipasi tingkat kebocoran pajak pada sektor mineral bukan logam dan bebatuan (MBLB).

Selain terus melakukan pengawasan kelapangan, sistem pengutan dan pembayar pajak MBLB  juga sudah diperbaharui  melalui sistem elektonik, bekerjasama dengan pihak Bank BPD Bali Cabang Karangasem.

Kerjasama yang dibangun itu, ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)  antara Kepala BPKAD, I Wayan Ardika dengan Kapala Kantor Bank BPD Bali Cabang Karangasem, I Ketut Andayana Kusuma Yasa di kawasan galian C Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kamis (14/4/2022). Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Divisi TIF Bank BPD Bali dan undangan lainnya.

Dalam pengantarnya, Kepala BPKAD,  I Wayan Ardika, mengatakan, pajak MBLB merupakan sumber PAD terbesar di Kabupaten Karangasem.  Tahun ini (2022)  pendapatan dari sektor  galian C  ditarget  sebesar Rp 75 miliar.  Memaksimalkan target capaian penerimaan pajak MBLB, pihaknya terus melakukan terobosan melalui pungutan dan pembayaran pajak berbasis digitalisasi.

“Kami mengawalinya dengan penggunaan elektronik faktur dan dilanjutkan dengan pembangunan Tol Gate yang rencananya akan selesai di Bulan Agustus 2022.  Kami berharap  pungutan pajak berbasis elektronik ini  mempu memberikan penerimaan yang  lebih optimal dari capaian  tahun sebelumnya” ucap Wayan Ardika.

Ardika mengaku optimis, elektronifikasi pajak MBLB dapat memberikan harapan dalam optimalisasi PAD khususnya dalam konsidi pandemi Covid 19.

Sementara itu, Kepala Kantor Bank BPD Bali Cabang Karangasem, I Ketut Andayana  Kusuma Yasa, mengatakan, sebagai Bank Pengelola RKUD sekaligus anggota Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah, Bank BPD Bali terus berupaya memberikan dukungan kepada Pemerintah Daerah, khususnya dalam hal optimalisasi penerimaan daerah.  Salah satunya, menyangkut elektronifikasi pajak MBLB.

“Kami harapkan penandatangan PKS ini, menjadi awal yang baik dalam elektronifikasi penerimaan pajak MBLB di Karangasem,” harapnya.

Kabupaten Karangasem, kata Andayana, merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang memiliki  kawasan galian  MBLB yang cukup luas. Terhadap  hal itu, pihaknya juga berharap  tambang mutiara hitam yang dimiliki  Karangasem hendaknya bisa dikelola dengan sebaik-baiknya.

“Potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik demi peningkatan PAD Karangasem,” tukas Andayana, seraya menambahkan, bahwa digitalisasi pajak MBLB, diawali dengan pengawasan pajak MBLB melalui penggunaan e-faktur MBLB dan toll gate MBLB. Selanjutnya akan dilaksanakan pembayaran pajak MBLB melalui QRIS, Mobile Banking, Internet Banking, E-Ticketing dan E-Commerce. (*tio/bfn)