GPS Serukan Ganti Bupati, Ajak Masyarakat Karangasem Coblos Nomor 1

banner 120x600
I Gede Pasek Suardika (GPS), Sekjen DPP Partai Hanura

 


KARANGASEM, Balifactualnews.com-Sekjen DPP Partai Hanura, I Gede Pasek Suardika (GPS), mengajak masyarakat Karangasem, khususnya masyarakat yang sudah memiliki hak pilih  untuk menyatukan pilihan  mencoblos pasangan calon Bupati  dan calon Wakil Bupati Karangasem nomor urut 1, I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa  pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Ajakan itu disampaikan melalui Vlog pribadinya  Selasa (17/11/20). Vlog yang berdurasi sekitar 2 menit 34 detik itu, viral di media sosial dan mendapatkan komentar positif kalangan netizen.

Menurut GPS, Pilkada Karangasem 9 Desember 2020, merupakan momentum yang tepat dalam menentukan pemimpin Karangasem yang  baru.  Ada beberapa parameter yang dimiliki GPS untuk mengganti Bupati Karangasem sekarang.

GPS menegaskan, PAD Karangasem turun drastis selama 4 tahun terakhir menjadi alasan utama Karangasem perlu perubahan  kepemimpinan.  “Bagaimana bisa membangun dan mensejahterakan rakyat kalau uang tidak ada. Karangasem memiliki pontensi yang luar biasa, tapi  tidak berdaya karena pemimpinnya tidak visioner,” ucap GPS dikonfirmasi via telephone sore tadi.

GPS juga menilai, selama ini penataan birokrasi di Karangasem juga  tidak berjalan maksimal untuk efektifitas dan efesiensi  pengelolaan tata kelola birokrasi pemerintahan.  Ini juga menjadi salah satu penyebab roda pemerintahan di Gumi Lahar tanpa arah, karena komandonya  tidak professional.

“Kecepatan akslerasi pelayanan publiknya juga terlambat, apalagi dalam menghadapi bencana seperti erupsi Gunung Agung. Tingkat responsif  kepemimpinan   ini perlu dilakukan lebih cepat, lebih trengginas, dan  lebih bernas, karena tantangan kedepan  akan lebih berat lagi,” ucap politisi asal Desa Tumbu, Karangasem itu.

Tetapi dengan melihat latar belakang pendidikan calon pemimpin Karangasem yang bertarung sekarang, GPS berkeyakinan  I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa (DANA-DIPA) akan mampu menjalankan itu, karena saat memegang tapuk pimpinan di Karangasem nanti, mereka tidak lagi merasa dihantui oleh pemimpin bayangan (Yang diatur bukan dari pemimpin yang dipilih oleh rakyat, tetapi kekuatan-kekuatan lain yang bisa mengatur kekuasaan.)

“Untuk Karangasem kedepan yang lebih baik, mari fokuskan pilihan pada nomor urut 1, datang ke TPS coblos nomor 1 DANA- DIPA,” serunya. (ger/tio/bfn)