Utama  

Ini Dia Rekaman Percakapan Merta Dana Bersama Dumpyung Saat Minta Uang

banner 120x600

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Rekaman percakapan I Nyoman Merta Dana anggota Panwaslu Karangasem yang meminta uang dengan I Dumpyung, ASN di lingkungan Pemkab Karangasem yang dikenai sanksi administrasi akibat mengkampanyekan salah satu caleg, beredar luas di masyarakat. Rekaman tersebut juga bocor ke awak redaksi balifactualnews.com yang berkantor di Jalan Nenas Amlapura.


Dalam rekaman berdurasi selama dua menit itu, Merta Dana mengawali percakapannya dengan Dumpyung sambil menyebut, posisi kasus yang dialami seniman lawak itu sudah aman ditangan Bupati Karangasem.

Kendati sudah aman, Mertadana berusaha untuk menakut-nakuti I Dumpyung dengan mengatakan, bahwa kasus pelanggaran pemilu itu masih berjalan dan segera akan dilaporkan ke Menpan RB. Begini bunyi percakapannya dengan menggunakan Bahasa Bali medio bulan Januari 2019 lalu:

  • Mertadana : Halo Dek.. kenken Bu Bupati kentene? (Halo Dek Bagaimana kabar Ibu Bupati?)

  • Dumpyung : Dereng tiang polih ketemu Bu Bupati (Saya belum sempat ketemu Ibu Bupati).

  • Mertanada : Oo yen ane di Bupati sudah aman Dek. (Kalau yang di Bupati sudah Aman Dek), tapi ada rencana komisioner Bawaslu merekomendasikan kasus ini ke Menpan RB.

  • Mertadana : Tapi tunian tiang uyut Dek saat rapat di kantor dan berusaha membatalkan rencana itu. (Tadi saat rapat komisioner di kantor saya ribut dan berusaha membatalkan rencana rekomendasi ke Menpan-RB itu.

  • Mertadana : Mani Dek Ngidaang ngusahang? ( Besok Dek bisa mengusahakan?)


Baca :


  • Dumpyung : Kuda Nika pang seken? (Berapa itu biar benar?), tapi yen bin mani sing tiang ngelah pis, tanggal 12-14 maan ngigel. Tanggal 15 miribang ngelah (Tapi kalau besok saya tidak punya uang, tanggal 12-14 dapat job ngelawak, tanggal 15 mungkin punya)

  • Mertadana : Kuda Dek Ngidaang (Berapa Dek Bisa?)

  • Dumpyung : Kuda Nika? (Berapa itu?)

  • Mertadana : Nto ne maan orang dibi ne dua ribu. (Itu yang dibilang kemarin yang dua ribu)

  • Dumpyung : Nggih, ne dua juta? (ya, yang dua juta?)

  • Mertadana : Nggih tiang batalkan rekomendasi ke Menpan-RB. Tiang ne ngelah kekuasaane ne. Permasalahan ne ada kan tiang ne nanganin. (Ya saya akan batalkan rekomendasi ke Menpan-RB, Saya yang punya kekuasaan ini. Permasalahan yang ada kan saya yang menangani).

Dumpyung terdiam dan tak menjawab, dalam beberapa detik Mertadana melanjutkan percakapannya.

  • Mertadana : Tiang tunggu sampai tanggal 15 kalau tidak akan saya teruskan rekomendasi ini ke Menpan-RB (Saya tunggu sampai tanggal 15, kalau tidak akan saya teruskan rekomendasi ini ke Menpan-RB.


Dikonfirmasi terpisah, Dumpyung membenarkan rekamannya itu. Dia sengaja merekam percakapannya dengan Merta Dana, karena melihat gelagat aneh dari koordinator divisi penindakan dan pelanggaran Bawaslu Karangasem itu.

“Saya mulai curiga karena dia dua kali mengajak bertemu di luar kantor. Pertama di gedung UKM Center, pertemuan kedua di Candra Bhuana,” ucap Dumpyung, Selasa (30/4/2019) pagi tadi. (tio)