KARANGASEM, Balifactualnews.com– Calon Wakil Bupati Karangasem nomor urut 1, I Ketut Putra Ismaya menyentil penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilakukan Pemkab Karangasem belum maksimal. Kritik pedas Ismaya itu disampaikan saat debat ketiga Pemilihan Bupati (Pilbup) Karangasem 2024, di di Bali Sunset Road Conventions Center Denpasar, Minggu (10/11/2024) malam.
Data yang dikantongi, Ismaya menyebutkan, bahwa dari 35 kasus kekerasan perempuan dan anak yang ada di Gumi Lahar, yang belum tertangani dengan baik oleh pemerintah. Dari jumlah itu, kata Ismaya,20 kasus kekerasan menimpa anak dan sisanya kekerasan perempuan.
“Sebanyak 20 kasus kekerasan anak dan sisanya kekerasan pada perempuan yang sudah didampingi melalui UPTD PPA Karangasem. Artinya saya lihat penyuluhan dan perlindungan kepada kaum perempuan dan anak belum maksimal,” kata Ismaya Jaya.
Kritik tajam Ismaya dalam penanganan kekerasan perempuan dan anak selama pemerintahan Gede Dana itu ditanggapi langsung cawabup nomor urut 2, I Nengah Swadi. Menurut Swadi, Pemkab Karangasem di bawah kepimpinan I Gede Dana yang kini menjadi calon bupati petahana sudah maksimal dalam penanganan korban tindak kekerasan perempuan dan anak.
Swadi mengklaim UPTD PPA Karangasem saat Gede Dana memimpin pada periode pertama sudah menunjukkan pelayanan baik. Ia berjanji akan membentuk pos pengaduan di masing-masing desa jika menang dalam Pilbup Karangasem 2024. (ger/bfn)
