KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pagi ini, halaman SMPN 3 Manggis berubah menjadi pemandangan yang tak biasa. Genangan air kecokelatan bercampur lumpur menyelimuti setiap sudut sekolah, dari gerbang hingga ruang kelas paling ujung. Banjir bandang yang datang mendadak hari kemarin Kamis(11/12), mengubah suasana belajar menjadi kepanikan meninggalkan jejak lumpur tebal di lantai, dinding, bahkan meja-meja pelajar.
Hari ini, Jumat (12/12), semua komponen sekolah SMPN 3 Manggis berjibaku membersihkan area sekolah mereka yang terdampak banjir bandang itu. Tampak anak anak pelajar ikut melakukan pembersihan. Sementara Pemerintah kabupaten Karangasem juga hadir, melalui Dinas Damkartan menurunkan dua armada besar Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem yang tampak melakukan penyemprotan di sekolah tersebut, diikuti satu mobil operasional yang sesekali hilir-mudik. Deru mesin pompa portabel bergema, memecahkan keheningan pagi.
Para personel Damkartan sebanyak tujuh orang bergerak cepat. Dengan selang yang diarahkan ke ruang-ruang kelas, mereka menyemprotkan air bertekanan tinggi, mengalirkan lumpur yang membandel keluar dari bangunan.
“Kami turun ke lokasi atas permintaan pihak sekolah. Kemarin sudah bersurat,” ujar Kepala Damkartan Karangasem, Artha Negara, di sela proses pembersihan.
Air sungai yang mengalir deras dekat sekolah menjadi sumber utama. Dengan sistem portable, sekitar 30 ribu liter air disemprotkan untuk mengembalikan wajah sekolah ke keadaan semula.
Kepala SMPN 3 Manggis, I Ketut Gunawan, membenarkan langkah cepat itu. “Kami berkoordinasi dengan Damkar. Sekarang sudah datang membantu,” ucapnya, tampak lega melihat ruang-ruang perlahan kembali terlihat.
Namun bukan hanya Damkartan yang bekerja hari itu. Suasana gotong royong tergambar jelasguru, pegawai, hingga para siswa-siswi turun tangan memungut sampah, mengangkut sisa lumpur, dan membersihkan sarana belajar yang terdampak. Beberapa siswa terlihat masih menggulung celana mereka sambil menyeka meja yang sempat terendam.
Pagi itu, SMPN 3 Manggis bukan sekadar membersihkan lumpur. Mereka sedang merangkai kembali semangat belajar yang sempat terputus oleh bencana. Di balik setiap sapuan dan semburan air, ada harapan agar sekolah kembali berdiri tegak bersih, aman, dan siap menyambut hari-hari melanjutkan proses mengajar dan belajar. (ger/bfn)













