Karangasem Dikepung Longsor, Tak Ada Korban Jiwa, Kerugian Ratusan Juta

karangasem-dikepung-longsor-tak-ada-korban-jiwa-kerugian-ratusan-juta
Salah satu rumah warga nyaris ambrol akibat tanah dibawahnya longsor.

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Kabupaten Karangasem dikepung bencana tanah longsor.  Musibah tersebut membuat satu warga mengalami luka-luka akibat tertimbun material longsor.  Bukan  itu saja, bencana longsor yang terjadi dibeberapa titik juga memunculkan kerugian materiil hingga ratusan  juta rupiah.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem,  Ida Bagus Ketut Arimbawa, Minggu (9/10/2022), mengatakan, hujan leba yang mengguyur wilayah Karangasem sejak semalaman, mumunculkan bencana tanah longsor di beberapa titik dan hampir  terjadi di semua kecamatan.

“Selain menimbun  jalan, tanah longsor juga ada yang menimpa pemukiman warga  hingga mengalami kerusakan berat,” ucap pejabat asal Singaraja itu.

Di Desa Muncan, Kecamatan Selat, kata  Arimbawa, bencana tanah longsor  sempat menimbun tiga unit sepeda motor  milik warga . Sepeda motor yang tertimbun itu sudah dievakuasi langsung oleh pemiliknya dan dibantu oleh warga.

Masih di Desa Muncan,  di Banjar Dinas Benekasa sebuah bangunan penyengker rumah Milik I Nengah Sumerta abrol tergerus air hujan. Akibat kejadian itu sorang warga bernama  I Nengah Patra Yadnya mengalami luka  pada bagian betis karena sempat tertimbung  material penyengker yang roboh saat sedang membersihkan air yang menggenang.

“Korban mengalami luka robek pada bagian betis dan dilarikan ke Puskesmas Selat.  Sampai di Puskesmas korban langsung ditangani. Betis korban yang terluka ditutup dengan sembilan jaritan,” uangkap Arimbawa.

Dia menjelaskan, akibat bencana tersebut kerugian material yang ditimbulkan lumayan besar. Sebab, satu kejadian yakni di Banjar  Dinas Uma Sari Kauh, Desa Peringsari, Selat, selain satu gudang, satu rumah belum selesai dan satu bengkel las dan alat alat las,  mobil pick up dan dua sepeda motor rusak parah. Kerogian ditaksir mencapai Rp200 Juta.

Di Kecamatan Abang,  longsor terjadi di Banjar Dinas Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang   hingga menutup akses jalan.  Sedangkan di  Banjar Dinas Linggawana, Desa Kertha Mandala, tanah longsor menimpa bangunan pelinggih. Sementara bencana tanah longsor  juga mengenai bangunan sakepat milik I Wayan Sadia asal Banjar Gulinten, Desa Bunutan Terhadap  tiga bencana tanah longosor yang terjadi di Kecamatan Abang itu, pihak BPBD Karangasem belum melakukan assessment.

Sedangkan di Kecamatan Sidemen, hujan deras  menggerus penyengker rumah milik Ketut Dangin, warga Banjar Sindu, Desa Sinduwati. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Material menyengker yang sempat menutup badan jalan sudah ditangani masyararakat   setempat.  Tanah Longsor  menimbun jalan juga terjadi di ruas Jalan Yangaluh-Guminten  dan Banjar Dinas Ipah, Desa Sangkan Gunung,  serta banjar dukuh Sidemen.  Material longsor sempat menutpi badan jalan, namun tidak sampai mengganggu akses lalu lintas yang ada disana.

Sementara itu, di Kecamatan Rendang , dua titik longsor terjadi di depan Rafting BMW dan di Pertigaan Batusesa Timur Rafting BMW.  Dua titik longsor itu  sudah berhasil ditangani oleh petugas.  Longsor juga terjadi di Banjar Temukus, Desa Besakih. Longsor hanya menimbun badan jalan menuju  Banjar Temukus Kangin, tepatnya di timur perempatan Tukad Belah. Terpantau tanah longsor yang terjadi di dua titik itu  memunculkan volume material dari kecil  hingga besar.

Tanah  longsor juga terjadi di  Banjar Kedungdung, Desa Besakih. Material longsor sempat menutupi badan jalan, namun   sudah mendapatkan penanganan dengan menggunakan alat berat.

“Longsor di Temukus belum kami lakukan penanganan, karena masih menunggu alat berat,” kata Arimbawa.

Di Kecamatan Bebandem,  tanah Longsor diserta akar pohon mengenai jalan di Dusun Nangka, Desa Bhuana Giri, Bebandem, saat ini sudah dapat ditangani oleh bahbinkamtibmas bersama warga sekitar

“Pendataan yang kami lakukan, ditemukan ada 23 titik longsor dan terjadi di sejumlah kecamatan.  Beberapa sudah dilakukan penanganan, ada juga yang belum karena proses penanganan harus menggunakan alat berat,” terang Arimbawa, seraya mengimbau, agar warga masyarakat  agar bisa lebih waspada dalam menghadapi cuaca ekstreem yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Exit mobile version