Kasus DBD di Karangasem Melejit

kasus-dbd-di-karangasem-melejit
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karangasem menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Dinas Kesehatan Karangasem mencatat sebanyak 1.517 kasus DBD, melonjak dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 1.078 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, menyebutkan bahwa angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan kasus paling tajam terjadi pada awal tahun, khususnya periode Januari hingga Maret 2025.

“Puncak kasus terjadi pada bulan Maret dengan jumlah mencapai 313 kasus. Setelah itu, angka DBD berangsur menurun hingga akhir Desember,” ujar Putra Pertama, Minggu (5/1)
Meski jumlah kasus cukup tinggi, sebagian besar pasien berhasil ditangani dengan baik hingga sembuh. Namun demikian, pada tahun 2025 tercatat satu pasien DBD meninggal dunia.

Sebaran kasus tertinggi masih didominasi wilayah perkotaan. Kelurahan Subagan menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 141 kasus, disusul Kelurahan Karangasem sebanyak 93 kasus. Tingginya kasus di wilayah tersebut diduga berkaitan dengan kepadatan penduduk serta masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga memicu berkembangnya jentik nyamuk.

Memasuki tahun 2026, Dinas Kesehatan Karangasem menargetkan penurunan signifikan kasus DBD. Upaya pengendalian tidak hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami akan terus memperkuat langkah promotif dan preventif, mulai dari pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan, penguatan surveilans, kewaspadaan dini, hingga peningkatan respons cepat pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Putra Pertama menambahkan, edukasi dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan DBD. Dengan keterlibatan semua pihak, ia optimistis angka DBD di Karangasem pada 2026 dapat ditekan.

“Kami berharap kasus DBD tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Edukasi kepada masyarakat akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (tio/bfn)