Kasus Gigitan Anjing Rabies, 14 Desa di Karangasem Masuk Zona Merah

banner 120x600
Petugas Pos Pelayanan Puskeswan Kecamatan Bebandem saat melakukan vaksinasi anjing liar di wilayah Desa Bungaya.

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Meningkatnya kasus gigitan anjing rabies di karangasem, membuat Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem melalui tim Pos Pelayanan Puskeswan, mengencarkan vaksinasi anjing liar. Bahkan, vaksinasi yang dilakukan di Banjar Dinas Desa, Desa Bungaya Kauh, Bebandem, beberapa hari lalu, berhasil menyuntikan vaksin anti rabies pada 49 ekor anjing liar di wilayah itu.

Berkaitan akan hal itu, dikonfirmasi Selasa(10/5/2022), Kepala UPT Puskeswan Pertanian Karangasem, Pande Arya Saputra, mengatakan, di Karangasem populasi anjing berjumlah 77 ribu ekor. yang berarti dalam setiap harinya, rata rata terjadi tiga sampai empat kasus gigitan anjing rabies.

“Menyikapi hal itu, kami terus menggecarkan vaksinasi rabies. Seperti yang terjadi di daerah Bungaya kauh sempat terjadi kasus gigitan anjing rabies,” ujarnya.

Pande Arya melanjutkan, pihaknya lebih mengutamakan melakukan vaksinasi rabies terhadap anjing-anjing liar, untuk meminimasisasi penyebaran rabies dari anjing yang positif ke anjing liar lainnya. Terkait eleminasi pihaknya mengatakan, tidak boleh dilakukan, terkecuali permintaan dari pemiliknya.

Dikonfirmasi terpisah,  Kabid Pengendalian dan Penanggulangn Bencana, Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Kabupaten. Karangasem, I Putu Gede Suata Brata, mengatakan, di Karangasem beberapa desa yang masuk zona merah rawan rabies, diantaranya adalah Desa Tiying Tali, Budakeling, Sibetan, Seraya Barat, Tianyar Barat, Sukadana, Padang Bai, Pempatan, Duda Timur, Rendang, Menanga, Karangasem, Subagan, dan Pedang Kerta.

“Kita berikan perhatian atas kasus gigitan anjing rabies terhadap beberapa yang masuk zona. Karena dari riwayat setiap tahun ditemulan kasus gigitan anjing rabies,” imbuh Suata Brata. (ger/bfn)