Kaukus Perempuan Parlemen Karangasem Kadek W Kusmiadewi Terima Audensi KPPAD Bali

banner 120x600
Kaukus Perempuan Parlemen Kabupaten Karangasem (Ketua Fraksi Gerindra/Anggota Komisi IV DPRD Karangasem Kadek W Kusmiadewi menerima audiensi Komisioner KPPAD Bali, Senin(18/4/2022).

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali menemui Kaukus Perempuan Parlemen Karangasem, Kadek W Kusmiadewi di kantor DPRD Karangasem, Senin (18/4/2022). Kedatangan KPPAD Bali ke dewan Karangasem itu dalam rangka menindaklanjuti kasus penegakan disiplin berupa push up yang menimpa siswa SMAN 3 Amlapura yang sempat viral di media sosial dan menghebohkan dunia pendidikan tersebut.

KPPAD Bali mengutus dua komisionernya, yakni Ida Bagus Made Adnyana dan Lilik Ismutomo Santoso selain membahas persoalan anak, juga menyangkut perlindungan perempuan yang ada di wilayahnya. Komisioner KPPAD Bali Bidang Kelembagaan, Hak Sipil, Kebebasan dan Perlindungan Khusus, Ida Bagus Made Adnyana, menjelaskan kondisi perlindungan anak di Karangasem relatif baik dengan angka 858,94 dari data kota layak anak per April 2022.

“Berdasarkan data angka tersebut, untuk Kabupaten Karangasem, terhadap hak-hak anak sebagian besar sudah terpenuhi,” ucapnya.

Kaukus Perempuan Palemen Karangasem Kusmiadewi pada kesempatan tersebut mengatakan, kendati nilai bagus yang ditorehkan Kabupaten Karangasem sebagai kota layak anak, namun masih perlu ditingkatkan.

“Kasus menyangkut anak terus mengalami peningkatan, kami berharap KPPAD Bali, bisa memberikan perhatian serius akan hal ini. Kami juga berharap kasus menimpa anak seperti yang terjadi Kasus SMAN 3 Ampalura tidak terulang lagi,” ucap Ketua Fraksi Gerindra dan anggota Komisi IV DPRD Karangasem itu.

Selanjutnya Komisiner KPPAD Bali langsung melakukan kunjungan ke SMAN 3 Amlapura yang berlokasi di Desa Seraya, dan diterima Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Seraya Gusti Made Ngurah. Dikatakannya pasaca kejadian itu, proses belajar mengajar di SMAN 3 Amlapura berjalan dengan baik. “Kami berharap pendidikan dan pembinaan kepada siswa bisa dilakukan lebih humanis,” pungkas Ida Bagus Made Adnyana. (ger/bfn)