Kemenko Marves Perluas Kerja Sama Mangrove dengan BUMN/Swasta

kemenko-marves-perluas-kerja-sama-mangrove-dengan-bumn-swasta
banner 120x600

NUSADUA, Balifactualnews.com – Dalam rangka pengembangan Mangrove yang berkelanjutan sesuai dengan Peta Mangrove Nasional, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama K/L dan pihak terkait melaksanakan ‘Penandatanganan Kesepahaman Bersama Rehabilitasi Mangrove sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)/ Corporate Social Responsibility (CSR)’. Acara ini dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti di Bali, Kamis (17/11/2022).

Diketahui kerja sama ini diinisiasi oleh Kemenko Marves, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bersama PT.Pelabuhan Indonesia (Persero)/Pelindo, PT.Bukit Asam, Tbk /PTBA , PT. Trimegah Bangun Persada (TBP), dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), yang bersama-sama menyepakati dan mendukung kerja sama dalam meningkatkan luasan, kualitas rehabilitasi mangrove dan pemberdayaan masyarakat mendukung pemenuhan target nasional 600.000ha (Perpres 120/2020).

Dalam hal ini, Deputi Nani mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar terkait carbon credit khususnya pada area pesisir, sebab mangrove merupakan bagian ekosistem blue carbon.

“Indonesia memiliki hutan hujan tropis, lahan gambut, mangrove, rumput laut. Hutan mangrove Indonesia seluas 3,36 juta ha atau sama dengan 20% mangrove dunia, di mana mangrove merupakan bagian dari ekosistem blue carbon,” kata Deputi Nani di lokasi.

Dirinya menegaskan pihaknya memiliki program besar dalam rehabilitasi mangrove. “Kami rencanakan seluas 600.000 ha area direhabilitasi sampai dengan tahun 2024 merujuk pada peta mangrove nasional termasuk didalamnya ada restorasi pada ekosistem blue carbon,” kata Deputi Nani di lokasi.

Untuk mendukung hal tersebut, Deputi Nani mengungkapkan pentingnya peran CSR/TJSL dalam pengembangan komunitas  khususnya komunitas masyarakat pesisir sebagai bagian dari program pengembangan mangrove yang berkelanjutan.

Diketahui capaian Rehabilitasi Mangrove di 32 Provinsi pada Tahun 2021 adalah 34.912 ha dan target luasan rehabilitasi mangrove 2022 adalah 181.500 ha (Laporan Pelaksanaan Tugas BRGM Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2022). Menko Marves Luhut B. Pandjaitan memberikan tantangan bahwa kontribusi dari kelompok usaha BUMN dan swasta untuk rehabilitasi hutan dan mangrove sampai tahun 2024 sedikitnya dapat mencapai 100.000ha.

Menambahkan Deputi Nani, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan KLHK Dyah Murtiningsih memaparkan bahwa percepatan rehabilitasi mangrove menjadi hal yang sangat urgen dilakukan, oleh karena itu dukungan dan partisipasi semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha dan asosiasi sangat diperlukan, dengan salah satunya kegiatan yang berlangsung hari ini.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini beberapa Kementerian/Lembaga berkerja sama dengan beberapa perusahaan mewujudkannya secara konkrit dalam implementasi pemulihan lingkungan, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta pemulihan ekonomi, melalui Nota Kesepahaman Bersama (NKB) Rehabilitasi Mangrove,” ujarnya.

“Kegiatan rehabilitasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk menambah tutupan hutan dan lahan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatan perekonomian masyarakat dan kepeduliannya. Oleh karena itu, pada NKB yang baru ini dilakukan penambahan ruang lingkup kerja sama, tidak hanya rehabilitasi mangrove tetapi juga pemberdayaan masyarakat. kita menyadari bahwa keterlibatan masyarakat dalam upaya rehabilitasi mangrove sangat penting, baik dalam kerangka memulihkan, meiningkatkan maupun mempertahakan ekosistem mangrove,” pungkasnya,

Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar mengapresiasi perpanjangan kerja sama rehabilitasi mangrove karena akan berdampak besar pada kelestarian ekosistem laut dan geliat ekonomi masyarakat pesisir.

“Mangrove ini luar biasa sekali pengaruhnya untuk ekosistem laut, dan menjadi penahan laju abrasi juga. Di samping itu mangrove ini erat kaitannya dengan ekonomi masyarakat dan bisa menjadi ladang edukasi. Dengan aksi kolaborasi saya optimis target rehabilitasi mangrove bisa dicapai,” ungkapnya.

Di kegiatan ini juga hadir Direktur Utama PT.Pelabuhan Indonesia (Persero)/Pelindo Arif Suhartono, Direktur Sumber Daya Manusia PT.Bukit Asam, Tbk (PT.BA), Suherman, Direktur Utama PT.Trimegah Bangun Persada (PT.TBP), Donald J Hermanus, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Indroyono Susilo, dan Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia Paulus Tjakrawan, yang masing-masing mengungkapkan kebanggaannya dalam keterlibatan kegiatan ini dan kesiapannya dalam mendukung program rehabilitasi mangrove nasional. (yan/ger/bfn)