Ketua DPRD Soroti Minimnya Atraksi Budaya Pendukung Pariwisata Karangasem

ketua-dprd-soroti-minimnya-atraksi-budaya-pendukung-pariwisata-karangasem
Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika menyoroti minimnya atraksi budaya untuk mendukung pariwisata di Karangasem. Seperti diketahui Kabupaten Karangasem kaya dengan tradisi dan budaya, bahkan tidak dimiliki oleh kabupaten lain di Bali.

Menurut Suastika, atraksi atraksi budaya pendukung pariwisata di Kabupaten Karangasem sebaiknya digelar secara regular oleh instansi terkait. Selain untuk mendukung pariwisata alam yang saat ini menjadi andalan, atraksi budaya akan sangat menarik wisatawan baik yang sedang berlibur atau hanya sekedar menikmati destinasi-destinasi wisata yang tersebar di wilayah Kabupaten Karangasem.

Baca Juga : Pamedek, Pedagang Sate Ucapkan Terimakasih ke Gubernur Bali, Wayan Koster Telah Menata Fasilitas Kawasan Suci Besakih

“Atraksi budaya yang dilakukan secara regular sangat penting sebagai daya dukung pariwisata. Selain menikmati destinasi wisata alam, wisatawan juga punya alternatif pilihan yang bisa dinikmati di kabupaten Karangasem. Kalau saya contohkan semisal sebulan 2 kali ada atraksi budaya kecak atau genjek khas Karangasem, ada pentas tradisi Gebug Ende untuk wisatawan dan tradisi lainnya yang bisa dipentaskan,” terang Suastika.

Pementasan atraksi budaya ini selain sebagai ajang untuk mewariskan tradisi kepada generasi berikutnya, juga akan menambah kemunculan sekaa sekaa tradisi lainnya yang saat ini sudah mulai berkurang, karena tidak adanya even yang bisa mewadahi dan panggung untuk mereka.

“Dengan adanya atraksi budaya tersebut, pariwisata karangasem akan semakin semarak, sekaa sekaa tradisi mendapatkan tempatnya, bahkan dengan pengelolaan yang baik dari atraksi tradisi budaya itu untuk pariwisata, juga akan sangat berimbas terhadap peredaran ekonomi secara global di Karangasem,” imbuh Suastika.

Baca Juga : LKPJ Bupati Karangasem Tahun 2022 Sarat Catatan Dewan

Lanjut Suastika, tentu program ini harus dikoordinasikan oleh instansi terkait bagaiman pengelolaannya agar bisa mejadi even yang regular, bisa menjadi program calender of evennya pariwisata Karangasem. “ Jadi wisatawan tidak harus ke daerah lain untuk menikmati atraksi budaya, kita di Karangasem memiliki semuanya, tinggal diolah saja,” pungkas Suastika. (ger/bfn)

Exit mobile version