KARANGASEM, Balifactualnews.com – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah membuat Pemerintah Kabupaten Karangasem meningkatkan pemantauan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut. Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karangasem, tercatat 19 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karangasem saat ini bekerja di sejumlah negara di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Nakertrans Karangasem, I Ketut Mertadina, menyebutkan dari total 19 oran PMI itu, dua orang berada di Arab Saudi, sembilan orang di Uni Emirat Arab, dan tujuh orang di Kuwait.
“Sejauh ini kondisi para migran asal Karangasem masih baik dan terpantau aman. Untuk memastikan hal itu, kami terus berkoordinasi dengan KBRI terdekat serta LPK tempat para migran berangkat,” ujar Mertadina saat dikonfirmasi, Selasa (3/3).
Menurutnya, koordinasi dilakukan secara berkala guna memperoleh informasi terkini terkait situasi keamanan di negara penempatan, sekaligus memastikan perlindungan bagi PMI asal Karangasem tetap berjalan.
Selain itu, Pemkab Karangasem juga mengimbau para PMI agar selalu waspada dan menyimpan nomor-nomor penting, termasuk kontak darurat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara masing-masing.
“Kami mengingatkan agar PMI selalu mencatat dan menyimpan nomor penting KBRI terdekat. Jika terjadi situasi darurat, mereka bisa segera menghubungi perwakilan resmi pemerintah Indonesia,” tegasnya.
Mertadina menambahkan, pihaknya terus melakukan pembaruan data dan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warganya yang bekerja di luar negeri.
“Saat ini kami terus melakukan monitoring dan update kondisi PMI di Timur Tengah, khususnya yang berasal dari Karangasem,” tandasnya.
Pemerintah daerah berharap situasi keamanan di kawasan tersebut segera membaik sehingga aktivitas para pekerja migran tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti. (tio/bfn)













