Konservasi Pantai Candidasa, BWS Pastikan Pembuatan Alur Perahu Nelayan Bugbug

konservasi-pantai-candidasa-bws-pastikan-pembuatan-alur-perahu-nelayan-bugbug
I Nengah Supartha, Ketua Komisi I DPRD Karangasem

KARANGASEM, Bali Factual News-Balai Wilayah Sungai Bali Penida, memastikan konservasi pantai Candidasa,Desa Bugbug, Kecamatan/ Kabupaten Karangasem  dan sekitarnya,  bulan April mendatang.

Semakin dekatnya pelaksanaan penataan pesisir pantai di ujung timur Bali  yang didanai oleh JICA itu, membuat empat kelompok nelayan yang  ada di Desa Bugbug mulai cemas, karena konservasi yang dilakukan akan menuntup akses (alur) perahu ke pantai. Empat kelompok nelayan itu,  yakni kelompok nelayan Ayu Manik Segara, kelompok nelayan Sih Amerta Baruna, kelompok nelayan Ayu Segara dan kelompok nelayan Sari Baruna.

Foto maket rencana konservasi Pantai Candidasa yang dilakukan BWS Bali Penida, pada bulan April mendatang

Menyikapi kecemasan  para nelayan itu, anggota DPRD Karangasem, I Nengah Supartha bersama  kelompok nelayan setempat terus berkoordinasi dengan Balai. Dari koordinasi yang dilakukan itu,  pihak Bali menyepakati permintaan para nelayan untuk  pembuatan alur perahu di dua titik, yakni depan Pura Segara, Banjar Adat Samuh dan wilayah Candidasa.

“Sudah tiga kali saya mengundang tim Balai dan arsitek Balai untuk menyerap aspirasi dari para nelayan terkait persoalan ini. Pertemuan pertama dilaksanakan di Pura Segara Samuh, Banjar Adat Samuh, dan pertemuan selanjutnya dilaksanakan di villa anantya  Candidasa,” ungkap Supartha, Rabu (24/1/2024). 

Tak cukup sampai disana. Setelah memfasilitasi pertemuan para nelayan dengan pihak Balai, Nengah Supartha yang juga Ketua  Komisi I DPRD Karangasem, yang juga tokoh masyarakat Banjar Samuh itu, terus  berkoordinasi dengan Balai. Koordinasi yang dilakukan sebagai langkah pengawalan agar permintaan para nelayan  terkait pembuatan alur perahu nelayan tidak masuk angin. 

“Saya terus berkoordinasi dengan Balai, dan Balai memastikan untuk membuat dua titik alur perahu para nelayan untuk melaut. Sedianya nelayan buat alur jukung sendiri disaat air laut surut, tapi  karena hubungannya dengan peneliti arus dan ijin maka menunggu program Balai di bulan april,” ucap Nengah Suparta. 

Dikonfirmasi terpisah, konsultan konservasi Pantai Candidasa, Nyoman Sudita, memastikan,  bahwa penataan pesisir pantai Candidasa  mulai bulan April mendatang tidak akan mematikan aktivitas para nelayan.

“Selain membuat dua titik alur perahu, para nelayan juga dibuatkan fasilitas, seperti  membangun balai penyimpanan mesin perahu di empat titik,” pungkas Nyoman Sudita. (tio/bfn)

Exit mobile version