Utama  

Koster Catatkan Sejarah Kemenangan PDI Perjuangan di Karangasem

banner 120x600

 

I Wayan Koster/Ketua DPD PDI Perjuangan Bali

DENPASAR, Balifactualnews.com—Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali   yang ditawarkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem,  I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa, membawa efek kejut  terhadap kemenangan fantastis yang diraihnya dalam Pilkada 9 Desember 2020 lalu.

Tapi, capaian yang ditorehkan  itu bukan serta merta  datang begitu saja. Kehadiran Ketua DPD PDI Perjuangan I Wayan Koster dengan memainkan jurus multi strategi, membuahkan hasil yang moncer.  Bukan itu saja, gelora perubahan yang dibangun masyarakat dan para relawan juga semakin menguatkan strategi yang dimainkan Koster dalam memenangkan  perebutan tapuk pimpinan di Gumi Tanah Aron.

Pergerakan kader partai moncong putih yang dipadukan dengan gerakan kader partai  Hanura, serta semangat perubahan yang dibangun   para relawan,   membuat DANA-DIPA berhasil membukukan suara 58.6 persen versi hitung cepat yang dilaksanakan Tim Pemenangan DANA-DIPA, Rabu (9/12).

Torehan suara sebanyak itu, juga menyamai hasil survei akhir DANA-DIPA, sepekan menjelang Pilkda serentak dilaksanakan. Kemenangan DANA-DIPA di Pilkada 9 Desember 2020 ini, juga menjadi catatan sejarah politik PDI Perjuangan,  karena 15 tahun lamanya PDI Perjuangan tidak pernah bisa  menempatkan kadernya di posisi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem.

Kehadiran kader PDI Perjuangan  dalam posisi menjadi Bupati Karangasem pada Periode 2021-2026, kata Koster diharapkan mampu membawa  daerah ujung timur  Bali ini lepas dari ketertinggalan pembangunan.

Bagi Koster,  Pilkada Karangasem memang menjadi antensi penuh perjuanganya. Itu dilakukan   karena 5 kabupaten lainnya, jagoan moncong putih adalah petahana. Obsesi  tokoh politik Nasional asal Desa Sembiran, Buleleng, ini  untuk  memenangkan DANA-DIPA  memang tidak pernah padam.   Hal ini terlihat jelas  selama kampanye dilaksanakan. Menggunkan kesempatan waktu liburnya Koster tidak pernah lelah berjuang memenangkan paket yang benar-benar menjadi idaman masyarakat Karangasem.

Selama empat bulan terakhir, Suami Putri Suastini Koster ini,  terus menggedor Karangasem mengkampanyekan DANA-DIPA. Tak hayal, strategi dan pegerakan yang dimainkan Koster, sempat membuat kubu lawan keteteran, hingga kehilangan arah dan gagasan.  Ini juga tak lepas dari kegigihannya bersuara dihadapan masyarakat Karangasem, bahwa Kabupaten ujung timur Pulau Bali yang memiliki Pura Kahyangan Jagat ini (Pura Agung Besakih, Pura Luhur Lempuyang, Pura Andakasa, hingga Pura Silayukti, red) dan memiliki segala potensi baik di bidang Pertanian dan Perkebunan (Arak Bali, Salak Bali, red); di bidang Kesenian dan Budaya (Tari Sang Hyang Jaran, Gebug Ende (Seraya), Geret Pandan, Genjek, dan Magibung, red); bidang Kelautan; kemudian di bidang Tenun Tradisional (Tenun Geringsing, Tenun Endek, Tenun Songket, red); hingga dibidang tradisi sastra harus dilestarikan, wajib dibangkitkan, dan harus diberdayakan oleh pemimpin Bupati Karangasem yang serius membangun daerahnya dengan Fokus, Tulus, dan Lurus melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Karangasem Era Baru.

“Saya berjuang di Karangasem bukan untuk kepentingan pribadi dan golongan,  tapi karena merasa sedih melihat  daerah yang yang diyakininya ‘tengget’, kaya akan potensi pertanian, perkebunan, kelautan, adat istiadatnya, seni, tradisi, budaya, dan kearifan lokalnya, tidak terurus dengan baik,” ucap Koster.

Terenyuh melihat  Karangasem  yang masih memprihatinkan, Koster  akan terus mengembleng kadernya yang menang jadi Bupati Karangasem dan Wakil Bupati Karangasem (Gede Dana – Wayan Artha Dipa) pada Pilkada 9 Desember 2020, harus sungguh-sungguh mengurus pemerintahan dan daerahnya, demi kesejahteraan rakyat  dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui konsep Trisakti Bung Karno (Berdaulat secara politik, Berdikari secara ekonomi dan Berkepribadian dalam kebudayaan, red) dengan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila menuju Karangasem Era Baru.

Kemenangan PDI Perjuangan di Karangasem,  juga menjadi catatan tersendiri bagi Wayan Koster, selaku puncuk pimpinan PDI Perjuangan di Bali.  Dia terus mencatatkan kemenangan sempurna dalam Pilkada, selama mendapatkan tugas sebagai kader partai.  Bukan itu saja, dibawah komandonya, PDI Perjuangan di Bali terus memberikan kemenangan mulai dari Pilpres 2014 Jokowi-JK menang 71,43% di Pulau Dewata, kemudian Pilkada Badung 2015 Koster mampu membawa Giri-Asa sebagai Bupati dan Wakil Bupati Badung Periode 2015-2020, selanjutnya pada Pilpres 2019 Jokowi-Ma’ruf Amin menang 92% di Bali, dan pada Pilgub Bali 2018 Koster-Ace menang 57,62%. (ger/tio/bfn)