KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pemilu 2029 masih tiga tahun lagi. Namun, KPU Kabupaten Karangasem mulai menyiapkan pemilihnya sejak bangku sekolah. Sebanyak 56 Siswa Peduli Demokrasi (SPD) dan 28 Guru Penegak Demokrasi (GPD) akan dikukuhkan di kantor SKB Karangasem, Rabu (21/10) pagi.
Program tersebut menjadi bagian dari pendidikan pemilih berkelanjutan sekaligus upaya menumbuhkan budaya demokrasi di lingkungan sekolah.
Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Karangasem, I Kadek Sukara, mengatakan SPD diambil dari siswa SMA/SMK se-Karangasem dengan kuota dua orang setiap sekolah, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan. Mayoritas merupakan siswa kelas X sehingga masih memiliki waktu panjang untuk berperan dalam pendidikan demokrasi hingga Pemilu 2029.
“Kami ingin mereka menjadi agen perubahan demokrasi di sekolah, sekaligus membantu menyebarluaskan nilai demokrasi, kepemiluan, antihoaks dan pentingnya partisipasi politik,” ujar Sukara, Selasa (20/10).
Setelah dikukuhkan, para SPD langsung mendapat pembekalan melalui bimbingan teknis. Mereka juga akan diarahkan membuat konten edukasi kepemiluan sederhana agar pesan demokrasi lebih mudah diterima teman sebaya.
Sementara GPD ditetapkan satu orang setiap sekolah. Guru ini akan menjadi penghubung KPU dengan satuan pendidikan, mengoordinasikan pendidikan pemilih, membina SPD, serta mendorong kegiatan demokrasi di sekolah.
Sukara menegaskan, peserta SPD tidak dipilih sembarangan. Mereka harus mendapat rekomendasi kepala sekolah, memiliki wawasan dasar Pancasila, UUD 1945, demokrasi dan kepemiluan, mampu berkomunikasi di depan umum, aktif berorganisasi, memahami literasi digital, serta memiliki integritas dan tanggung jawab.
“Harapannya SPD dan GPD benar-benar menjadi mitra strategis KPU dalam membangun generasi pemilih yang kritis, cerdas dan bertanggung jawab,” tandasnya. (tio/bfn)













