Daerah  

KPUD Gelar Sosialisasi Pemilu di RSJ Bangli

banner 120x600

________________________________________________________________________________

BANGLI – Sembilan hari lagi bangsa Indonesia melaksanakan pemilihan umum. Terkait ini, pihak KPUD Kabupaten Bangli mengadakan sosialisasi Pemilu serentak kepada para pengidap disabilitas mental di Wantilan RSJ Provinsi Bali, Bangli, Senin (8/4/2019) pagi.

“Mereka ini punya hak yang sama untuk memilih pemimpinnya, jadi kita fasilitasi melalui KPUD Bangli untuk melakukan sosialisasi terkait pemilu serentak, dalam hal ini pemilihan presiden serta pemilihan calon legislatif,” kata Direktur RSJ Provinsi Bali dr. Dewa Gede Basudewa.

Kata dia para penyandang disabilitas mental yang punya hak pilih tetap dilihat pula kondisi pasien. Dari proses sosialisasi yang dilakukan, lanjut Basudewa, para penderita disabilitas itu bisa menangkap dengan baik dan bahkan mengerti dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

“Saya kira tidak ada hambatan terutama dalam hal mental, untuk proses pencoblosan nanti,” tutur Basudewa.

Dirinya juga meyakinkan para pasien yang turut memilih akan mampu melaksanakan proses pencoblosan dengan baik. Kendati begitu pihaknya akan tetap memantau kondisi kesehatan para pasien dan akan dilakukan pendampingan dari dokter dan perawat sebelum hari H.

Sementara itu Ketua KPU Bangli, I Putu Pertama Pujawan yang dalam kesempatan tersebut langsung melakukan sosialisasi, mengatakan proses ini merupakan program yang memang diamanatkan peraturan perundangan Pemilu.

“Kita harus menjamin hak-hak para pengidap disabilitas tetap diberikan, agar mereka bisa dengan baik menggunakan hak pilihnya. Terutama yang terpenting adalah mereka bisa mengenal surat suara yang digunakan, karena kali ini kita menggunakan 5 jenis surat suara,” ujarnya.

Tempat pemungutan Suara (TPS) untuk para pengidap disabilitas mental sendiri akan dibangun di dalam areal RSJ Bangli dimana para staf akan bertindak selaku petugas KPPS yang sekaligus memberikan tuntunan kepada para pemilih.

Dijelaskannya 72 orang dari total 260 pasien tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) di RSJ Bangli dan berhak menggunakan hak pilihnya. (ibu/tio)