Lengkapi Destinasi Putung, Patung Dewa Brahma Setinggi 13 Meter Dibangun di Air Terjun Jaga Satru

banner 120x600

________________________________________________________________________________

KARANGASEM– Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, terus berbenah dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di sana. Melengkapi destinasi objek wisata Putung, kini tengah dibangun Patung Dewa Brahma setinggi 13 meter berdiameter 9 meter berhadapan dengan air Terjun Jaga Satru, Dusun Pateh, yang masih menjadi salah satu kawasan objek wisata Putung.

Sekadar diketahui, objek wisata Putung sempat mengalami keemasannya pada tahun 80-an silam. Pengelolaan yang tidak serius, membuat objek wisata yang mengandalkan lebah perbukitan itu kini menjadi mati suri.

Perbekel Duda Timur, I Gede Pawana, sempat mengalami kegalauan atas kondisi objek wisata itu. Kini kegalauannya itu sirnah, menyusul dorongan untuk membangkitkan tuah pariwisata di desanya mendapat dukungan dari banyak kalangan.

Ada filosofi tinggi yang terkandung dibalik pembuatan patung tersebut. Dewa Brahma sebagai pencipta semesta, menjadi titik awal akan perkembangan wisata Desa Duda Timur yang kini mulai dirintisnya itu.

“Patung Dewa Brahma yang kita dirikan, tidak sekedar patung biasa. Ada filosofi yang terkandung dalam pembuatan patung ini. Posisinya berhadapan dengan air terjun, sehingga nantinya para pengunjung selain bisa menikmati panorama air terjun juga bisa melihat patung Dewa Brahma dari bawah,” ucap I Gede Pawana.

Dijelaskan Pawana, pembangunan Patung dengan estimasi biaya hingga Rp2,8 miliar dengan melibatkan pihak ketiga itu diawali dengan penanaman Panca Datu Minggu (24/03/2019). Untuk pengerjaan patung sendiri akan dikerjakan oleh I Ketut Mara, seorang maestro patung asal Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan Klungkung.

“Patung ini kita bangun karena Patung Siwa sudah dibangun di wilayah Tabanan dan Badung membangun Patung Wisnu. Sebagai Porosnya Bali ya, Patung Brahma kita bangun disini,” jelasnya

Proses pengerjaannya sendiri akan berlangsung selama 7 bulan dan akan dilaunching pada tanggal 9 November 2019 mendatang. Patung Dewa Brahma ini sendiri akan disebut Patung Parsada Jagaddhita yang memiliki arti penguasa alam.

Terkait mulai dibangunnya Patung itu, Pawana mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan pemerintah Kabupaten Karangasem.
“Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem yang telah mendukung pembangunan Patung Dewa Brahma ini,” pungkas Pawana. (art/tio)