________________________________________________________________________________
DENPASAR – Ketidak puasan dengan hasil Pemilu 2019 dan kepemimpinan Presiden Joko Widodo memunculkan adanya rencana gerakan demo masa besar-besaran atau disebut sebagai gerakan People Power, Rabu 22 Mei 2019.
Aksi inipun menuai penolakan dari berbagai pihak di tanah air. Termasuk sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bali Tolak People Power.
Mereka menggelar aksi damai dengan berjalan kaki menuju Monumen Bajra Sandi Renon, Denpasar hingga waktu jelang petang, Selasa (21/5/19).
Aliansi Mahasiswa Bali Tolak People Power terdiri dari DPD IMM Bali, PD KMHDI Bali, Peradah Bali dan gabungan mahasiswa dari perwakilan kampus se-Bali.
Dari pantauan, puluhan mahasiswa ini sambil membentangkan sejumlah spanduk berisikan tolak People Power, berkumpul disisi timur lapangan Renon.
Selanjutnya sekitar pukul 16.30 Wita, massa bergerak melakukan longmarch menuju Monumen Perjuangan Rakyat Bali, sambil berorasi dan membagi-bagikan pamflet berisi seruan dan sikap mereka kepada pengguna jalan.
Di depan Monumen Bajra Sandhi, para mahasiswa ini kembali melakukan orasi secara bergantian dari perwakilan organisasi. Aksi yang berjalan tertib ini ditutup dengan pembacaan sikap Aliansi Mahasiswa Bali Tolak People Power.
Pernyataan sikap aliansi ini berisi 7 (tujuh) poin. Pertama, Aliansi Mahasiswa Bali sangat prihatin dengan kondisi kebangsaan hari ini yang jauh dari semangat persatuan Indonesia, sehingga Aliansi Mahasiswa Bali menyerukan semua elemen bangsa agar bersatu untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
Kedua, Aliansi Mahasiswa Bali menolak segala bentuk upaya memecah – belah kehidupan berbangsa dan bernegara karena bertentangan dengan semangat gotong – royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
Ketiga, Aliansi Mahasiswa Bali menolak rencana people power beberapa kelompok yang kontraproduktif dengan iklim berdemokrasi di negeri ini.
Keempat, Aliansi Mahasiswa Bali ikut berbelasungkawa yang mendalam atas gugurnya para pahlawan demokrasi dalam menjalankan tugas mulia dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.













