Mahasiswa STIP Asal Bali Tewas, Tinju Maut Senior ke Ulu Hati Berkali-kali Hingga Rusak Organ Dalam

mahasiswa-stip-asal-bali-tewas-tinju-maut-senior-ke-ulu-hati-berkali-kali-hingga-rusak-organ-dalam
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. (insert foto korban penganiayaan Putu Satria Ananta Rustika.
banner 120x600

JAKARTA, Balifactualnews.com – Mahasiswa semester dua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara yang tewas akibat dipukul seniornya diketahui bernama Putu Satria Ananta Rustika(19), asal Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung, Bali.

Setelah dilakukan otopsi terhadap jenasah korban oleh  RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, yang menyebabkan Putu kesakitan luar biasa dan akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga : Dipukul Senior, Mahasiswa Kampus Pelayaran Asal Klungkung Tewas

Kepada awak media, Kepala RS Polri Kramat Jati Jakarta, Brigjen Hariyanto pada Sabtu(4/5) membenarkan hal tersebut. Dikatakannya setelah melakukan otopsi dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB di ruang instalasi forensic, didapatkan hasilnya.

“Dari hasil otopsi tim dokter forensik mendapati adanya kekerasan pada mulut, lengan atas, memar pada paru, dan terjadinya pembendungan organ dalam,” ujarnya.

Setelah dilakukan otopsi, rencananya jenasah Putu akan diterbangkan ke derah asalnya Bali esok hari. Namun sesuai prosedur, sebelum diterbangkan ke Bali, selesai dilakukan otopsi jenasah korban akan disemayamkan terlebih dahulu di RS Polri Kramat Jati.

Baca Juga : DPC PDIP Buleleng Usulkan 9 Nama Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng periode 2024-2029

Salah satu keluarga korban menuturkan, tewasnya Putu Satria Ananta Rustika diduga akibat pukulan oleh seniornya. Secara tiba-tiba oknum pelaku itu memukul dengan keras ke ulu hati sebanyak lima yang mengakibatkan Putu pun roboh.

“Korban dipukul dengan tangan mengepal lima kali ke ulu hati oleh pelaku bernama Tegar hingga Putu terkapar. Setelah dicek korban ternyata sudah meninggal,” jelas Losmen paman korban kepada awak media.

Diceritakannya, menurut keterangan polisi dan kampus yang diterimanya, Putu Satria bersama lima temannya dipanggil seniornya yang bernama Tegar dan teman-temannya. Putu Satria lantas dibawa ke kamar mandi koridor kelas KALK C lantai 2. Secara tiba-tiba seniornya itu melayangkan pukulan berkali kali hingga Putu roboh.

Baca Juga : Badung Gelar Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat di Desa Kuwum Mengwi

Peristiwa keji yang menyebabkan tewasnya mahasiswa STI asal Bali itu terjadi pada Jumat (3/5/2024) pagi hari. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gideon Arif Setyawan mengungkapkan korban Putu dianiaya oleh seniornya di kamar mandi kampus.

“Ada dugaan akibat kekerasan terhadap korban Putu mahasiswa asal bali itu dilakukan oleh oknum seniornya hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkap Gideon. (tm/bfn)