Mimih.. ACJN Rambut Siwi Terbengkalai

________________________________________________________________________________ 

KARANGASEM—Sejak selesai dibangun setahun lalu, Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi belum dimanfaatkan dengan maksimal. Bahkan ACJN kini terkesan terbengkalai.

Proyek pembangunan ACJN ini merupakan proyek dari pusat dengan anggaran Rp 67 miliar. Pembangunan ACJN dari pusat ini dilakukan sistem multiyears oleh PT Nindya Karya Wilayah VII sejak Oktober 2016 lalu.

Pengamatan Senin (22/4/2019), melalui pintu masuk sebelah selatan sampah tampak berhamburan. Kemudian rumput juga terlihat tinggi. Kolam yang diatasnya ada patung juga terlihat kotor dan berlumut.

Masuk ke dalam gedung sejumlah fasilitas sudah terlihat rusak. Dari bawah terlihat plapon dilantai dua juga sudah jebol.

Pengerjaan anjungan cerdas ini rampung lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan. Amphitheater di bagian timur juga terlihat kotor. Ruangan dibelakang panggung tampak penuh dengan kotoran kutu busuk yang berwarna hitam sehingga baunya menyengat.

Di sela-sela tempat duduk yang dibuat setengah lingkaran di lokasi amphitheater juga kini ditumbuhi rerumputan cukup panjang.

Meskipun sudah kelar dibangun dan jalan di depan ACJN sudah diperlebar, namun akses masuk ke lokasi tersebut masih tertutup.

Areal tersebut belum bisa dimasuki kendaraan maupun orang. Justru belakangan, pelebaran jalan di depan ACJN dimanfaatkan untuk parkir truk-truk.

Truk-truk kerap berderet untuk parkir. Beberapa di antaranya tidak ada sopir atau kernet, artinya truk memang sengaja ditinggal parkir disana. Sehingga terkesan di lokasi tersebut hanya untuk tempat parkir truk. Padahal dari rencana fungsinya lebih luas.

Adanya bangunan yang tidak pernah dioperasikan ini juga sering mengundang pertanyaan warga yang melintas. Sejatinya difungsikan untuk apa bangunan-bangunan tersebut. Sebab sudah hampir setahun lebih bangunan tersebut tak pernah digunakan ataupun akses masuk dibuka. Bahkan belakangan lokasi tersebut dijadikan ajang tuk pacaran oleh anak-anak muda. Meski pintu masuk ditutup dengan palang besi namun di beberapa sisi bisa masuk dengan jalan kaki.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Darwin dikonfirmasi mengatakan, ACJN belum sepenuhnya diserahkan terimakan oleh pihak pusat ke Pemkab Jembrana.

“Pelebaran jalan juga memang dilakukan selain untuk tempat parkir juga penanganan banjir yang sering terjadi di jalan ini. Rekonstruksi jalan kita lakukan karena karena jalan nasional di depan ACJN sempit. Sehingga perlu akses lebih luas dan kendaraan bisa lebih leluasa,” katanya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun, izin pemanfaatan ACJN Rambut Siwi dari Kementrian PUPR sudah keluar pada bulan Januari lalu.

Sebelumnya, Bupati Jembrana I Putu Artha juga acap kali menghimbau agar OPD terkait mulai melakukan pemanfaatan gedung tersebut sambil menunggu proses serah terima.

Artha juga menyampaikan pesan dari Kementerian PUPR bahwa ACJN harus segera dimanfaatkan tanpa memungut sewa.

“Kementerian berharap agar pemanfaatan sesegera mungkin dilaksanakan, agar gedung ini tidak terkesan kosong begitu saja,” ungkap Artha.

Artha meminta kepada OPD terkait seperti Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan, dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga agar mulai menyiapkan inovasinya untuk pemanfaatan gedung ini.

“Dinas terkait agar sesegera mungkin penyiapkan programnya dalam mengelola aset ini. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga bila perlu ajak anak – anak sekolah datang kesini (ACJN.red), melakukan kegiatan bermain atau melakukan kegiatan sekolah seperti pembagian raport,” tuturnya.

Seperti diketahui, ACJN Rambut Siwi merupakan proyek Kementrian PUPR, bertujuan sebagai tempat beristirahat bagi pengendara yang melewati jalan nasional sekaligus tempat berwisata yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Proyek yang menelan APBN Rp 67 M memiliki sejumlah fungsi yang dimiliki Anjungan Cerdas Jalan Nasional, antara lain Informasi, Edukasi, Ekonomi dan Hiburan. (dod/tio)