Miris, Gegara Cekcok Warisan, Nyawa Warga Penutukan Melayang

banner 120x600
Polsek Tejakula melakukan olah TKP kasus penganiayaan yang menyebabkan korban Ketut Kerti  meninggal dunia

BULELENG, Balifatualnews.com—Nyawa Ketut Kerti (75), warga asal Banjar Belimbing, Desa Penutukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, melayang, setelah  dipukul dengan Lu (batang kayu sepanjang 60 cm) oleh saudaranya berinisial Ketut T (27), Selasa 13 Juli 2021.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu I Gede Sumarjaya, dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu.  Dia mengatakan, kasus penganiayaan yang terjadi pada pukul 10.30  Wita, itu  diduga karena dipicu masalah warisan.

“Motif rebutan warisan baru sebatas dugaan dan masih didalami lagi oleh petugas. Saat ini pelakunya sudah diamankan di Polsek Tejakula,” ucap  Iptu Sumarjaya.

Adalah  I Kadek Widnyana (47) yang  melaporkan kasus penganiayaan  orang tuanya itu ke Polisi. Dalam laporannya dia menuturkan, bahwa  penganiayaan yang berujung korban meninggal dunia berawal dari  cekcok mulut antara korban dengan pelaku yang kebetulan sedang berada di dapur.  Kejdian itu disaksikan  Gede S (29) dan Ketut R (30).

Entah apa yang menyulut emosi pelaku Ketut T, tiba-tiba dia mengambil Lu kemudian  kepala belakang korban dipukul sebanyak tiga kali .  Korban yang tidak sempat melakukan perlawanan langsung langsung tersungkur dengan luka serius pada kepala bagian belakangnya.

“Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tejakula, namun pihak Puskesmas merujuknya ke RSUD Singaraja untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayang, upaya yang dilakukan pihak keluarga untuk menyelamatkan nyawa korban sia-sia. Pasalnya setelah mendapatkan penanganan medis, korban  dinyatakan sudah meninggal dunia,” pukas Iptu Gede Sumarjaya. (sum/tio/bfn)