Mulai Besok Dua Rekanan Masker Ditahan di Lapas Karangasem

Berkas Perkara Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

mulai-besok-dua-rekanan-masker-ditahan-di-lapas-karangasem
Kasipidsus Kejari Karangasem Matheus Metulessy SH melimpahkan berkas dua tersangka rekanan masker Cobid-19 Dinas Sosial ke Pengadilan Tipikor

DENPASAR, Balifactualnews.com—Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan berkas perkara tersangka dua rekanan pengadaan masker  Covid-19 Dinas Sosial Kabupaten Karangasem tahun 2020 ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  pada Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (9/8/2022).

Pelimpahan berkas kedua tersangka tersebut, yakni tersangka Direktur Addicted Invaders, I Kadek Sugiantara  dan tersangka Manajer Duta Panda Konveksi, Ni Nyoman Yessi Anggani, semakin mempercepat perkara itu untuk disidangkan.

Kasipidsus Kejari Karangasem, Matheus Matulessy SH, melalui Kasi Intel I Dewan Gede Semara Putra, ditemui disela-sela pelimpahan berkas perkara kedua tersangka itu, mengatakan, pelimpahan  berkas perkara tersebut ke pengadilan sekaligus memindahkan penahanan  kedua tersangka dari rumah tahanan  Polsek Kota dan Polsek Bebandem ke Lapas Klas II B Karangasem.

“Mulai  besok (Rabu, 10/8/2022),  status penahanan kedua tersangka menjadi kewenagan  pihak pengadilan dan akan di tahan di Lapas Karangasem,” ucap  Semara Putra.

Semara Putra menambahkan, proyek masker Covid-19 jenis scuba sebanyak 512.797, itu  dikerjakan tidak melalui proses tender, tapi berdasarkan penunjukkan langsung dari Dinas Sosial selaku pengampu kegiatan itu. “Bukan sekadar penunjukkan langsung, kedua rekanan ini bersepakat membagi proyek  masker dan tidak melalui proses berkompetisi,” ucap Semara Putra.

Pengerjaan proyek  penunjukkan itu, tersangka Ni Nyoman Yesi Anggani (Direktur Duta Panda Konveksi) mendapatkan bagian mengerjakan proyek masker sebanyak 300.000 pcs. Sedangkan tersangka, I Kadek Sugiantara (Direktur Addicted Invaders) mengerjakan masker sebanyak 212.797.

“Dari proyek masker yang dikerjakan kedua tersangka mendapatkan keuntungan, hingga menyebabkan  kerugian negara sebanyak Rp 2.617.362.507,00,” tegasnya.

Semara Putra mengungkapkan,  penyidikan yang dilakukan tim penyidik tersebut juga diperkuat dari putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar  yang dengan tegas menyebutkan, bahwa  kedua tersangka memperoleh keuntungan dari perbuatan yang telah dilakukan terdakwa I Gede Basma (terpidana dengan vonis 1 tahun 6 bulan) dan perkara atas nama terdakwa Gede Sumartana (terpidana dengan vonis 1 tahun)

Perbuatan kedua rekanan ini, kata Semara Putra dijerat dengan pasal bervariatif. Dalam sangkaan primair, kedua tersangka dijerat dengan Pasal  2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

”Untuk subsidairnya, tersangka dijerat dengan Pasal 3 jo  Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,”pungkasnya. (tio/bfn)

Exit mobile version