KARANGASEM, Balifactualnews.com – Bali sangat banyak memiliki ragam budaya dan tradisi yang tentunya membuat daya tarik tersendiri yang menyedot perhatian wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Seribu Pura ini. Salah satu tradisi yang tak lekang oleh waktu adalah tradisi Ngaben. Biasanya Ngaben menggunakan bade dan Lembu yang diarak dijalanan menuju ke setra(kuburan-red), tetapi di Desa Adat Padangbai Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem, Bali, tradisi Ngaben di desa itu tergolong unik karena arak arakan Bade dan Lembu dilakukan di tengah laut, sebelum diarak menuju kuburan.
Pantauan media ini pada Jumat (23/8), upacara Ngaben tersebut dilaksanakan oleh pasemetonan Dadia Para Gotra Sentana Dalem Tarukan. Prosesi Ngaben di Padangbai yang merupakan salah satu destinasi tujuan wisata itupuan ramai disaksikan oleh wisatawan yang kebetulan berkesempatan menyaksikan prosesi setahun sekali itu.
Tampak beberapa bule mancanegara mengabadikan momen arak arakan bade dan lembu yang digotong ke tengah laut itu. Salah satu turis asing yang mengaku bernama Sarah dari negeri Belanda mengatakan, dirinya sangat beruntung bisa menyaksikan momen indah upacara Ngaben ini. Biasanya ia menyaksikan prsesi Ngaben yang dilkukan di darat, kali ini ia menyaksikan sendiri keuinikan lain dari tradisi Ngaben di Bali.
“Saya sungguh beruntung bisa menyaksikan ini, Bali memang sangat unik dan indah,” ucapnya dalam terjemahan bahasa Inggris.
Sementara itu Penglingsir Dadia Dalem Tarukan Padangbai, I Made Suryanata Sari kepada awak media mengatakan, pelaksanaan pengabenan kali ini ada enam sawa (sebutan jenazah saat ngaben-red) yang diupacarai
“Sebagaimana dresta(tradisi-red) yang berlaku pada pasemetonan Dadia Para Gotra Sentana Dalem Tarukan pengabenan dilaksanakan melewati laut untuk menuju ke kuburan. Dresta ini sudah dijalankan secara turun temurun, sekalipun tidak ada yang mengetahui pasti sejak kapan itu berlaku,” ucapnya. (ger/bfn)
