Panahanan Pelaku Pencabulan  Gadis Desa Diperpanjang

panahanan-pelaku-pencabulan-gadis-desa-diperpanjang
Ilustrasi pencabulan gadis desa
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com— Polsek Bebandem, Karangasem, Bali, memperpanjang penahanan pria berinisial MNS (21)  atas kasus pencabulan yang dilakukan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya),  seorang gadis desa yang sama-sama  satu kampungnya.

Perpanjangan penangahanan yang dilakukan pihak kepolisian itu, sekaligus memupuskan harapan pria yang bekerja di PT Garudafood itu untuk bisa menjalani tahanan kota (rumah).

Kapolsek Bebandem AKP Wayan Gede Wirya didampingi Kanit Reskrim IPDA Gede Alit, dikonfrimasi, Rabu (13/7), membenarkan perpanjangan penahanan pelaku pencabulan itu.

“Ya, ini lagi ajukan perpanjangan penahanan rutan terhadap tersangka MNS kepada  Jaksa peneliti, 7 hari sebelum masa penahanan habis. Dari Jaksa tersangka selanjutnya ditahan di dalam rutan Polsek Bebandem selama 40 hari kedepan, setelah penahanan dari penyidik (20) hari habis,” kata IPDA Gede Alit saat ditemui di Kantor Kejari Karangasem.

Gede Alit, menambahkan, hasil lab yang dilakukan, bercak darah yang ditemukan di seprai kamar tidur terdakwa dinyatakan identek dengan darah korban. Ini juga mengindikasikan kasus pencabulan itu kuat terjadi.

“Hanya bercak darah korban saja yang ditemukan di seprai kamar tidur tersangka, sedangkan ceceran sperma nihil. Ini juga yang membuat kami tidak bisa membawa kasus itu ke ranah pemerkosaan,” terangnya.

Seperti diketahui,  ulah MNS (21) membuat Bunga mengalami trauma berat.Perlakuan kasarnya membuat , dingding vagina dan selaput dara gadis yang bekerja di Galian C  itu robek dan pecah akibat terkena benda tumpul milik pelaku.

Atas  perbuatannya,  Polsek Bebandem, menetapkan MNS sebagai tersangka dalam kasus pencabulan.  Penetapan tersangka itu setelah pihak kepolisian memiliki dua alat bukti cukup dalam kasus itu

Kuat dugaan MNS  sempat memasukkan  Mr P nya ke Miss  V Bunga, namun karena  sempit  dan tidak bisa masuk dia lantas memainkan jari jemarinya hingga membuat  dingding Miss V Bunga robek.

“Pendarahan yang dialami Bunga, kuat dugaan MNS memaksa mengajak korban untuk  berhubungan intim,” ucap IPDA  I Gede Alit.

Sementara itu, olah TKP yang dilakukan, petugas tidak menemukan bekas ceceran sperma pada sprai  kamar tidur MNS, kendati demikian petugas menemukan ada bercak darah yang diduga kuat darah yang keluar Miss V Bunga. Selain itu  petugas juga menemukan obat antibiotik di kamar tidur MNS. Usut kali usut, obat  antibiotic tersebut ternyata  dikonsumsi MNS.

“Awalnya dia tidak mengaku memiliki obat itu.  Dia mengkonsumsinya karena setiap  kencing selalu mengeluarkan nanah,”imbuh IPDA Gede Alit.

IPDA  Gede Alit mengakui ada unsure pemaksaan dalam kasus itu (paha kiri korban mengalami luka lebam Red),  namun pihaknya belum berani memasukan kasus itu sebagai tindak pidana pemerkosaan.

Minimnya pembuktian bahwa Bunga diperkosa  membuat kasus itu dibawa ke tindak pidana pencabulan.  Hal itu disebabkan, Bunga tidak mengetahui secara pasti apakah Mr P MNS masuk ke Miss V  nya, karena saat itu kamar dalam kondisi gelap.

“Bunga  merasakan kalau Mr P MNS masuk ke Miss V nya, tapi setelah diusut lebih jauh dia  mengaku tidak melihat secara pasti karena kondisinya gelap. Pengakuan Bunga ini membuat kami tidak bisa memasang pasal pemerkosaan dalam kasus itu,” terangnya.

Atas ulahnya itu, pihak kepolisian Polsek Bebandem  menjerat MNS dengan Pasal 289 KUHP, tentang  tindak pidana pencabulan yang dilakukan kepada Bunga.

“Dia terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara karena telah melakukan penjabulan kepada Bunga yang saat ini mengalami trauma berat atas kasus yang menimpanya,” pungkas IPDA Gede Alit.

Sementara itu, saat diintrogasi,  MNS mengelak dituduh melakukan pemerkosaan dan pencabulan. Dia menegaskan, perbuatan yang dilakukan itu atas suka sama suka dan tidak ada unsur pemaksaan.

“Saat pulang dari Pura Dalem  karena tidak jadi acara pakemitan muda-mudinya dia pas lewat depan rumah dan saya ajak singgah. Saat diajak ke kamar dia juga mau, bahkan dia  duluan yang buka CD nya. Apa yang kami lakukan suka sama suka dan tidak ada pemaksaan,” elaknya.  (tio/bfn)