Utama  

Pandu dan Sukerana Disodorkan Jadi Pendamping Mas Sumatri

banner 120x600
Ketua DPD NasDem Karangasem Mas Sumatri (tengah) bersama Ketua DPC Gerindra Karangasem I Nyoman Suyasa (tengah kanan) dan Sekretaris DPD NasDem Karangasem, I Wayan Suparta memgangun koalisi trisula untuk Pilkada 2020 mendatang.

KARANGASEM, Balifactualnews.com Langkah zigzag Partai Gerindra Karangasem membuat peta politik di gumi lahar itu sedikit bergeser. Awalnya Gerindra menyatakan akan bergabung dengan koalisi besar yang dibangun PDI-Perjuangan di DPRD, namun karena tidak mendapatkan bagian alat kelengkapan Dewan (AKD), mereka meloncat dan mambangun koalisi baru bernama Trisula, bersama Partai NasDem, Gerindra dan Demokrat. Keseriusan koalisi Trisula, itu disepakati dikediaman Ketua DPD Partai NasDem Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Jumat (14/9/19) siang.

Pertemuan yang digelar sebelum pembukaan festival subak yang dipusatkan di objek wisata Taman Ujung itu, dihadiri langsung Ketua DPC Partai Gerindra Karangasem, I Nyoman Suyasa dan kedua wakil ketua, I Wayan Parka dan Deni Suryawan Giri, sedangkan dari Kubu Demokrat dihadiri sekretaris partai Demokrat Karangasem I Wayan Suparta. Sebagai tuan rumah, NasDem dihadiri langsung Ketua DPD IGA Mas Sumatri, Wakil Ketua DPRD Karangasem I Made Agus Kertiana, dan Penasehat DPD Partai NasDem Karangasem I Gusti Made Tusan.



Wakil Ketua DPC Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Parka di konfirmasi, Minggu (15/9/19) membenarkan pertemuan itu. Awalnya pertemuan membahas soal AKD. Tapi karena posisi AKD sudah di blokade koalisi gotong royong yang dibangun PDI-Perjuangan, Golkar, Hanura dan Perindo, pembicaraan akhirnya mengarah pada bakal calon pendamping Mas Sumatri dalam Pilkada 2020 mendatang.

Sebagai penasehat Partai NasDem, Gusti Made Tusan awalnya menawarkan posisi wakil itu kepada I Wayan Parka, namun eks politisi PKPI yang sekarang hijrah ke Partai Gerindra itu menolak, dengan alasan pinansial dan masih “menikmati” jabatannya sebagai Wakil Ketua.


Baca :


“Sempat ditawari begitu, tapi langsung saya tolak,” ucap Parka.

Penolakan Parka menjadi menjadi pendamping Mas Sumatri, mengerucut pada dua nama untuk membelah basis massa Gede Dana dan I Nengah Sumardi yang disebut-sebut disokong untuk maju dalam pilkada nanti, dibawah bendera koalisi Merah-Kuning.



Dua nama yang diusulkan itu, yakni Politisi PDIP asal Desa Pidpid Abang, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa dan Politisi Golkar asal Kubu I Made Sukerana. Menurut Parka dari dua nama yang disdikusikan itu sepertinya mengerucut pada nama I Wayan Pandu Prapanca Lagosa.

“Nama Pak Sukerana juga muncul, namun sepertinya dari dua nama yang diusulkan itu lebih mengerucut ke Pak Pandu,” jelas Parka. (mit/tio)