Utama  

Pasca Erupsi Gunung Agung, Mas Sumatri Sambangi Warga Pucang

banner 120x600

IKUTI POLLING BUPATI KARANGASEM

Siapakah Pilihan Anda Untuk Bupati Karangasem Selanjutnya?

SIILAHKAN KLIK PILIHAN ANDA

View Results

Loading ... Loading ...

________________________________________________________________________________

KARANGASEM—Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, memanfaatkan betul akun jejaring sosial yang dimiliki. Dari akun pribadinya itu, beragam persoalan yang ada di Karangasem mampu dilihatnya dengan terbuka, dan harus mendapat penanganan lebih serius.

Erupsi Gunung Agung, Kamis (28/3/2019) lalu, menjadi langkah cepat penanganan yang dilakukan kepada warga Pucang, Desa Ban Kubu, yang mengungsi ke kantor desa setempat, karena ketakutan dengan paparan hujan pasir yang sempat terjadi di wilayah tersebut.

Memanfaatkan jejaring sosialnya, Bupati Mas Sumatri dengan cepat bisa mengetahui kondisi masyarakatnya di Bawah. Tak mau buang-buang waktu, tugas dinasnya di Jakarta mendadak dia tinggalkan dan kembali pulang menemui masyarakat Pucang yang sudah kembali dari pengungsian, Jumat (29/3/2019) malam.

Mas Sumatri yang didampingi pimpinan OPD terkait, langsung berbaur dengan warga masyarakat Pucang yang berjarak 4 km dari puncak kawah Gunung Agung. Dihadapan warga yang sedikit masih trauma itu, Bupati menghimbau agar warga tidak panik.

“Jangan panik dalam menghadapi bencana, tapi kita perlu untuk tetap waspada,” ucap Bupati.

Bupati berharap, kedatangannya menemui masyarakat Pucang merupakan sebagai bagian tanggungjawabnya memberikan pengayoman kepada masyarakat.

“Saya berharap masyarakat disini mampu melewati bencana ini,” ucap Mas Sumatri seraya menyerahkan beberapa paket bantuan sembako kepada masyarakat.

Mewakili masyarakat Dusun Pucang, Perbekel Desa Ban Nyoman Potag, mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang dibawakan langsung Bupati kepada warga masyarakat Dusun Pucang.

“Erupsi kemarin membuat 25 warga Pucang was-was untuk tetap berdiam diri di Kantor Desa, syukur aktivitas Giri Tohlangkir mereda dan masyarakat yang sempat mengungsi kembali bisa beraktivitas di rumah masing-masing,” jelas Potag. (tio)