Pemandu Wisata Selam Raih Emas Dicabor Angkat Berat

pemandu-wisata-selam-raih-emas-dicabor-angkat-berat
banner 120x600

BULELENG, Balifactualnews.com – Berjuang meraih medali saat ajang Porprov BAli XV 2022, merupakan target selulur atlet yang bertanding. Begitu juga dengan Komang Midarsana (22), atlet angkat berat Buleleng. Perjuangan cukup berat, sebelum kelas yang diikuti dimulai, ia menyaksikan rekannya yang turun di kelas 59kg gagal meraih medali emas.

Pada pertandingan hari kedua cabor angkat berat, Buleleng hanya turun di kelas 59kg dan 74kg. Komang Midarsana turun dikelas 74kg. Tekanan untuk dapat menyumbangkan emas untuk daerah kelahirannya menjadi sangat tinggi. Komang terus berusaha mengilangkan ketegangannya, untuk dapat mengumpulkan point angkatan maksimal.

Komang yang kesehariannya sebagai pemandu wisata selam ini, harus melewati waktu-waktu kritisnya dalam bertanding. Dari sembilan kali angkatan, Komang gagan 3 kali angkatan. Pada angkatan squat, angkatan terbaiknya 210kg, angktan bench press 125kg, dan angkatan deadlift 225. Sehingga total angkatannya menjadi 560kg dan keluar sebagai pemenang meraih medali emas. “Awalnya memang tegang sekali, beban saya jadi cukup berat, karena satu rekan saya yang sesungguhnya berpeluang besar dapat medali emas, hanya bisa mendapatkan perak,” ucapnya saat ditemui setelah pertandingan.

Bertanding di Porprov Bali kali ini, adalah yang pertama kalinya. Komang bergabung dengan Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Buleleng sejak setahun terakhir. Awalnya Komang lebih fokus ke body contest. Setelah bergabung dengan angkat berat, dan mengikuti seluruh proses latihan akhirnya bisa memperkuat Buleleng pada cabang angkat berat. Perjuangannya dalam persiapan Porprov Bali XV selain latihan, Komang selama 1 bulan tidak menerima tawaran sebagai pemandu wisata selam. Ia fokus dengan persiapan bertanding. “saya sebulan tidak terima job, hasil 2 bulan sebelumnya saya tabung dan ditambah dengan uang pembinaan selama TC yang gunakan untuk biaya sehari-hari, dan sekarang hasilnya saya bisa menyumbangkan medali emas untuk Buleleng,” tuturnya sambil tersenyum.

Kepala Pelatih PABERSI Buleleng, I Putu Mahardika, merasa sangat tegang saat pertandingan di kelas 74kg yang diikuti oleh Komang Midarsana. Mengingat pada kelas 74kg atlet Badung menjadi pesaing berat. Berbagai cara dilakukan untuk mengetahui progres latihan dari kontingen lawan terutama badung. Sosial media menjadi sarana nutuk melakukan pengamatan para atlet dari kabupaten lain. “Angkat Berat ini kan olah raga terukur. Jadi selama latihan, saya minta seluruh tim untuk memantau latihan-latihan lawan lewat sosmed, dan ini pun cukup berhasil. Jadi kita bisa tahu kekuatan lawan,” ucapnya.

Selain itu, pembiasaan menggunakan peralatan standart dalam bertanding pun dilakukan. Sejak 2 bulan sebelum Porprov, atlet sudah dibiasakan latihan dengan kondisi terburuk. ‘Kita biasakan atlet menggunakan equipment standar, latihan selalu disiang hari, untuk membiasakan otot dalam kendisi paling berat. Nah, untuk komang sendiri, syukurnya dia seorang penyeman, sehingga pengaturan nafasnya cukup panjang, sehingga bisa melakukan angkatan deadlift dengan maksimal,” imbuhnya.

Saat ini cabor angkat berat telah menyumbangkan 3 medali, 1 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. (tya/bfn)