Pembagian Tak Sesuai List, Picu RTLH di Karangasem Tetap Tinggi

pembagian-tak-sesuai-list-picu-rtlh-di-karangasem-tetap-tinggi
Wedasmara, Kadis PUPR Perkim Karangasem

KARANGASEM, Balifactualnews.com– Rumah yang Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten  Karangasem masih tinggi.  Ada dugaan pembagian yang tidak sesuai waiting list  dari Bappeda. Malah sebaliknya penyerahan bedah rumah dilakukan berdasarkan proposal yang dinilai  menjadi pemicu  jumlah RTLH di Karangasem masih tinggi, karena tidak dibagikan secara merata. 

Tapi yang menjadi ironis, Camat  juga ikut membagikan bedah rumah, padahal itu bukan menjadi tupoksinya. Ini terjadi jelang Pileg  (2023),. Kondisi tersebut membuat nama penerima RTLH  yang sudah masuk dalam daftar terpinggirkan, dan muncul nama  baru karena ada pesanan politik.  

Data yang dihimpun dari Dinas PUPR Perkim Karangasem, saat ini jumlah RTLH di Gumi Lahar mencapai 6.020 unit. Lokasinya  tersebar di beberapa kecamatan. Diantaranya Kecamatan Bebandem, Kubu, Abang dan kecamatan lainnya.

Kepala Dinas PUPR, Perkim, Wedasmara, membantah tudingan itu. Dia mengatakan, 6.020 unit rumah tidak layak huni  merupakan hasil verifikasi petugas di lapangan, berdasarkan beberapa parameter yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Tahun 2022 database RTLH kita di angka 8.386 unit. Tahun 2024, hasil verifikasi RTLH berada di angka 6.020,”kata Wedasmara.

Ditambahkan, dari beberapa tahun belakangan pemerintah terus melaksanakan perbaikan terhadap rumah tak layak huni. Baik yang sumber dananya dari  Kementerian, APBD provinsi, maupun APBD Kabupaten. 

Tahun 2019, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman telah  perbaiki rumah tidak layak huni  sekitar 1.337  unit. Dengan  rincian yakni 1.049 unit sumber dari APBD Kabupaten,sisanya bantuan  stimulan  perumahan swadaya  Kementerian.

Tahun 2020 anggaran untuk bedah rumah tak ada lantaran anggaran dipakai penanganan COVID.Sedangkan tahun 2021, sebagian bedah rumah dialihkan karena adanya pengalihan anggaran. Di tahun 2022, juga dianggarkan sekitar Rp 6 miliar.

“Rencana tahun 2024 dianggarkan perbaikan rumah tak layak huni sekitar 875 unit. Anggarannya dari APBD Perubahan 2024. Sedangkan di APBD Induk 2024 tak ada,”imbuh  Wedasmara. (tio/bfn)

 

Exit mobile version