Penyeberangan KM Ferindo Mutiara VII, Rute Tanah Ampo-Lembar Ditutup?

banner 120x600
KM Ferindo Mutiara VII dengan rute Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali menuju Pelabuhan Gili Mas, Lembar, NTB, diisukan berhenti beroperasi dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

KARANGASEM,Balifactualnews.com—KM Ferindo Mutiara VII dengan rute Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Gili Mas, Lembar, NTB (PP),  dikabarkan  ditutup  hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Isu ini diperkuat dengan  bocornya surat yang dikeluarkan Deputi Operasi dan Komersial Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai,  sejak Jumat  12 Februari 2021 di media sosial dan  WhatsApp (WA grup).

Dalam surat   itu,  pihak Deputi dan Komersial  KSOP Padangbai,  dengan tegas menyebutkan, operasional KM Ferindo Mutiara VII yang sudah melakukan lego jangkar  di Pelabuhan  Tanah Ampo sejak Minggu 7 Februari 2021 itu, untuk sementara off dengan batas waktu yang belum ditentukan. Dalihnya,  penutupan dilakukan karena masih ada pemberkasan dokumen berkaitan dengan pengoperasian Dermaga Tanag Ampo tersebut.

Berikut bocoran surat  penundaan penghentian operasi KM Ferindo Mutiara VII rute Tanah Ampo-Gili Mas Lembar yang diterima media ini, Sabtu 13 Februari 202

Selamat Siang,

Yth. Bapak/Ibu Mitra Agen,

Semoga kita semua dalam keadaan sehat, baik dan penuh semangat ️🙏

Mohon Maaf Sebelumnya 🙏🙏,

Kami sampaikan bahwa KM. Mutiara Ferindo VII rute Gili Mas, Lembar – Tanah Ampo, Bali (PP) untuk sementara OFF beroperasi sampai waktu yang belum ditentukan sehubungan dengan adanya pemberkasan dokumen dan untuk jadwal berikutnya akan kami  informasikan. Demikian kami sampaikan, Terimakasih 🙏Dept. Operasi & Komersial

Dipihak lain, Ketua Komisi III DPRD Karangasem, I Wayan Sunarta, juga membenarkan isu penutupan operasional Dermaga Tanah Ampo untuk rute penyeberangan ke Gili Mas, Lembar tersebut.

“Ya,  info yang saya dapatkan seperti itu, nanti saya akan cek kebenarannya,” ucap politisi PDI Perjuangan asal Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, itu.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala KSOP Padangbai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin,  membantah   penutupan operasional Dermaga Tanah Ampo tersebut.  Dia mengatakan, Demaga Tanah Ampo yang sejak awal dirancang sebagai Dermaga Kapal Pesiar,  masih tetap beroperasi sebagai Dermaga Embarkasi dan Debarkasi kendaraan roda empat.

“Ah tidak ada itu. Dermaga Tanah Ampo masih tetap beroperasi untuk rute (PP) penyeberangan Tanah Ampo-Gili Mas, Lembar,” singkatnya seraya mematikan sambungan teleponnya. (tio/bfn)