Penyu Lekang Bertelur di Pantai Penimbangan

banner 120x600
1Nelayan Sari Segara memindahkan ratusan butir telur

 

BULELENG—Takut dicuri, nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Segara Pantai Penimbangan Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Sabtu (23/2) kemarin memindahkan 118 butir telur Penyu Lekang dari sarangnya bak penangkaran.

Selain itu, mereka juga khawatir kalau telur itu gagal menetas karena lokasi sarang aslinya mudah terendam air laut.

Jro Mangku Gede Wiadnyana, nelayan setempat menuturkan, Penyu Lekang ditemukan mengubur telurnya pada Jumat (22/2) malam sekitar pukul 21.00 wita. Saat itu juga  dia dan nelayan lain tetap menjaga sampai telur itu seluruhnya dikubur sang induk.

Kemarin, dia dan nelayan lain baru memindahkan telur tersebut ke bak penangkaran yang sudah disiapkan. Di bak penangkaran itu, telur kembali dikubur sampai nantinya telur menetas menjadi Tukik. Hasil penyelamatan Tukik Itu nantinya akan dilepasliarkan ke habitat aslinya di Pantai Penimbangan.

“Kita kembali menyelamatkan penyu yang bertelur, setelah dalam musim penyu bertelur sebelumnya hal serupa kita lakukan dan seluruh Tukik hasil penyelamatan kami dilepasliarkan ke habitat aslinya,” katanya.

Bulan ini menurutnya merupakan awal musim bertelur Penyu Lekang yang hidup di perairan Bali Utara. Memasuki musim bertelur itu, kelompok nelayan  mulai meningatkan penjagaan mulai pagi hingga malam hari. Ini dilakukan mengantisipasi pencurian telur atau penyu dewasa yang akan mengubur telur-telurnya di daratan Pantai Penimbangan. Dari pengalaman dan refrensi yang ada menyebut kalau sekor penyu dewasa akan bertelur antara dua sampai tiga kali. Untuk itu, penjagaan ini diperketat, sehingga keberadaan populasi Penyu Lekang di Pantai Penimbangan tetap terjaga dan juga menjadi sarana edukasi dan menunjang wisata bahari Bali Utara.

“Kami tidak ingin kelestarian penyu di sini terganggu, apalagi musim bertelur ini harus kita jaga untuk menghindari penangkapan penyu atau pengambilan telur oleh oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tandasnya.(sri)